RADAR BOGOR - Seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) tahun 2025 resmi dibuka mulai tanggal 29 Juni hingga 18 Juli 2025 melalui portal resmi SSCASN di alamat dikdin.bkn.go.id.
Selain itu, peserta juga wajib melakukan pendaftaran lanjutan melalui laman khusus milik STIN di ptb.stin.ac.id.
STIN merupakan sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara (BIN) dan lulusannya akan langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah menyelesaikan pendidikan.
Total formasi yang tersedia untuk tahun ini mencapai 100 kursi, dengan persaingan yang sangat ketat mengingat tingginya animo pendaftar setiap tahun.
Tahapan pendaftaran STIN 2025 dimulai dengan pembuatan akun di situs dikdin.bkn.go.id.
Calon peserta harus mengisi data pribadi sesuai dengan KTP dan Kartu Keluarga, mengunggah pas foto digital, serta melengkapi seluruh dokumen administrasi seperti ijazah/rapor, surat pernyataan dari orang tua, KTP, KK, BPJS, SKCK, serta foto seluruh badan tampak depan berlatar belakang putih.
Setelah akun aktif, peserta juga wajib melanjutkan pendaftaran ke portal PTB STIN untuk melengkapi formulir tambahan seperti riwayat hidup dan dokumen pendukung lainnya.
Proses seleksi administrasi akan berlangsung dari 29 Juni hingga 21 Juli 2025 dan hasilnya diumumkan pada 22–24 Juli 2025.
Bagi peserta yang lulus administrasi, sistem akan menerbitkan kode billing untuk pembayaran biaya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebesar Rp100.000.
Pembayaran dilakukan pada 28 Juli hingga 1 Agustus 2025, dan diverifikasi pada 2–3 Agustus.
Setelah pembayaran divalidasi, peserta akan mendapatkan kartu ujian untuk mengikuti SKD yang dijadwalkan berlangsung pada 11–26 Agustus 2025. SKD terdiri dari tiga komponen, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), semuanya menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Setelah SKD, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang meliputi psikotes, tes kesehatan jasmani dan rohani, tes kesamaptaan fisik (seperti lari 12 menit, push-up, sit-up, pull-up bagi pria), serta wawancara mendalam mengenai motivasi, integritas, dan pemahaman ideologi kebangsaan.
Seluruh rangkaian seleksi ini dirancang untuk mencari calon intelijen yang memiliki fisik prima, mental tangguh, serta loyalitas tinggi terhadap negara.
Peserta juga harus memenuhi syarat umum seperti berstatus WNI, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, belum menikah, tidak bertato atau bertindik tidak wajar, dan tidak sedang terikat kontrak pendidikan kedinasan lainnya.
Syarat akademik juga cukup ketat, yaitu lulusan SMA/SMK/MA tahun 2023–2025 dengan nilai rata-rata ijazah minimal 80, atau rata-rata rapor kelas X–XII minimal 75 bagi lulusan tahun 2025. Usia peserta harus berada di rentang 16 hingga 21 tahun per 31 Desember 2025.
Untuk tinggi badan, batas minimal adalah 165 cm bagi laki-laki dan 160 cm bagi perempuan. Pendaftar juga wajib bersedia menjalani ikatan dinas selama 10 tahun setelah menyelesaikan masa pendidikan di STIN.
Setelah semua tahapan seleksi dilalui, pengumuman kelulusan akhir akan dilakukan pada 7–18 September 2025.
Peserta yang dinyatakan lulus akan menjalani pendidikan dengan fasilitas asrama penuh, bebas biaya kuliah, serta langsung diangkat sebagai CPNS di lingkungan BIN.
Program studi yang ditawarkan di STIN mencakup bidang seperti Agen Intelijen, Teknologi Intelijen, Siber Intelijen, dan Ekonomi Intelijen.
Mengingat persaingan yang sangat ketat dan proses seleksi yang sangat menyeluruh, calon pendaftar disarankan mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk berlatih fisik dan mental sejak dini serta memahami seluruh prosedur administratif secara lengkap.***
Editor : Eli Kustiyawati