RADAR BOGOR - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Bogor terus dihujani keluhan masyarakat.
Persoalan yang kerap mencuat ialah server SPMB tidak bisa menditek Kartu Keluarga Peserta (KK).
Persoalan ini membuat calon wali murid kebingungan untuk mendaftarkan anaknya melalui system SPMB.
Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang panik karena khawatir sang buah hati gagal masuk sekolah tujuan.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akhirnya bergerak.
Mereka turut membuka layanan pengaduan untuk membantu keluhan para peserta SPMB.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy menjelaskan layanan pengaduan itu disebutnya Helpdesk.
Tiap harinya ada 10 operator yang siap membantu keluhan para pendaftar.
“Mereka akan bekerja sampai dengan tanggal 4 Juli. Jadi sampai beres pendafataran. Ada hambatan-hambatan terkait dengan KK dan lainnya kami bantu komunikasikn dengan Disdukcapil,” jelasnya.
Pelayanan itu akan dibuka dari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Namun Rusliandy memberikan garansi, jika masih ada orang tua yang perlu bantuan pihaknya masih terbuka.
Berbagai kendala terkait pelaksanaan SPMB tahun ini disebut Rusliandy akan menjadi evaluasinya.
Dia pun mengklaim bahwa tiap hari pihaknya rutin memantau pelaksanaan SPMB tersebut.
“Evaluasi pasti kita lakukan kendala kendala. Karena ini baru awal awal. Tiap hari tantangan dan kendala dilapanhan kami pantau,” pungkasnya.
Sekedar informasi pendaftaran SPMB di Kabupaten Bogor sudah mulai berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 Juli mendatanf. Ini berlaku untuk semua jenjang, mulai dari SD hingga SMP.(rp1)