Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cara Membuat Gorengan Lebih Sehat Tanpa Menghilangkan Cita Rasa, Simak Penjelasan Ahli Gizi IPB University

Eka Rahmawati • Sabtu, 5 Juli 2025 | 12:28 WIB

Ilustrasi gorengan.
Ilustrasi gorengan.
RADAR BOGOR - Berbagai alasan masyarakat Indonesia sangat lekat dengan budaya makan gorengan. Lalu apakah bisa membuat gorengan agar lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasa?

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani menyampakan bahwa rasa gurih dan tekstur gorengan yang renyah memang cocok dengan lidah orang Indonesia terlebih lagi mudah didapat serta harga yang relatif terjangkau.

Karina menjelaskan sebagai negara penghasil kelapa sawit, Indonesia memiliki akses mudah terhadap bahan baku minyak goreng, yang turut mendorong kebiasaan mengonsumsi gorengan. Alhasil, dalam pengolahan serta cocok untuk berbagai suasana, gorengan menjadi pilihan makanan yang fleksibel.

Di balik kenikmatannya, menyantap gorengan secara berlebihan bisa menyimpan potensi risiko kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang dan menurut Karina, gorengan mengandung lemak tinggi, terutama asam lemak jenuh dan lemak trans yang berisiko bagi kesehatan.

“World Health Organization (WHO) merekomendasikan pembatasan asupan lemak jenuh maksimal 10 persen dari total energi harian dan lemak trans kurang dari 1 persen,” ujar Karina dalam keterangannya. 

Pada jangka pendek, mengkonsumsi gorengan berlebihan bisa mengakibatkan gangguan pencernaan seperti perut kembung dan peningkatan asam lambung dan dalam jangka panjang, risiko yang lebih serius seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, stroke, dan kanker bisa mengintai.

Cara yang Lebih Sehat Menikmati Gorengan

Namun menurut Dr Karina ada berbagai cara membuat gorengan lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasanya di antaranya yakni memilih minyak yang lebih sehat seperti minyak kelapa atau zaitun, menghindari teknik deep frying, menggunakan air fryer, dan mengganti tepung terigu dengan tepung non-gluten seperti tepung beras atau jagung.

Selain itu, ahli gizi IPB University itu juga menyarankan agar menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal 175-190°C dapat membantu mencegah makanan menyerap terlalu banyak minyak.

“Potonglah makanan dalam ukuran kecil agar cepat matang dan tidak menyerap banyak minyak,” jelas Karina.

Selain itu masyarakat juga disarankan meniriskan gorengan di atas rak pendingin atau dengan tisu dapur, dan menghindari penggunaan minyak goreng secara berulang.

Di sisi lain, terkait dengan keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada usaha penjualan gorengan, Karina pun mendorong penggunaan pendekatan yang bersifat edukatif. 

UMKM menurut Karina harus diberdayakan untuk menawarkan gorengan yang lebih sehat dan menjaga kualitas bahan baku serta kebersihan proses produksi.

Di sisi lain konsumen juga harus mulai diedukasi agar membatasi konsumsi gorengan dan memilih alternatif yang lebih sehat sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Editor : Eka Rahmawati
#ipb #gorengan #sehat #ahli gizi