Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dorong Ekonomi Biru dari Desa, IPB University dan Kabupaten Malang Kembangkan Produk Yoghurt Spirulina

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 5 Juli 2025 | 15:23 WIB
Dosen IPB University bersama jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Malang mengembangkan produk yoghurt
Dosen IPB University bersama jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Malang mengembangkan produk yoghurt

RADAR BOGOR –IPB University kembali menunjukkan kiprahnya dalam membangun desa melalui ilmu dan inovasi.

Kali ini, melalui Program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) 2025, sejumlah guru besar dan peneliti IPB University menggandeng Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang.

IPB University dan Pemkab Malang mengembangkan produk yoghurt yang diperkaya ganggang laut mikro Spirulina dan karaginan.

Program ini digagas oleh Dr. Kustiariyah Tarman, dosen IPB University asal Malang, sebagai bentuk pengabdian terhadap kampung halaman.

Bersama tim Guru Besar IPB, ia menggelar pelatihan pengolahan susu sapi perah menjadi yoghurt bernilai gizi tinggi dan ramah pasar.

“Ini bentuk kontribusi kami dalam mendukung ekonomi biru lokal, dengan mengolah sumber daya laut seperti mikroalga dan rumput laut untuk produk pangan,” ujarnya.

Program DOSPULKAM IPB di Kabupaten Malang ini juga diklaim bukan sekadar pengabdian sesaat.

Inisiatif ini juga diarahkan untuk menjajaki kerja sama riset jangka panjang, pengembangan produk turunan susu, serta pemanfaatan sumber daya laut lainnya secara berkelanjutan.

"Kami ingin dorong ekonomi biru dari desa, bukan hanya wacana, tapi lewat inovasi konkret seperti ini,” katanya.

Kegiatan pelatihan dilakukan di UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak (UPT PPHT), yang selama ini telah memproduksi keju Gouda Malang (KeMal) dan berbagai olahan susu lainnya.

Pelatihan kali ini memperkenalkan praktik fortifikasi Spirulina—mikroalga superfood kaya gizi—dan karaginan sebagai pengental alami dari rumput laut.

Sejumlah guru besar IPB turut hadir dalam kegiatan tersebut. Prof. Luky Adrianto, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, menegaskan pentingnya “pangan biru” sebagai sumber daya strategis. Indonesia bisa memanfaatkan itu karena memiliki potensi kekayaan alam.

“Laut Indonesia kaya potensi. Kita harus mulai menjadikan pangan biru sebagai penjaga marwah bangsa,” jelasnya.

Senada, Prof. Joko Santoso memaparkan potensi besar rumput laut Indonesia, baik sebagai bahan pangan maupun fungsional kesehatan.

Sedangkan Prof. Iriani Setyaningsih memperkenalkan Spirulina sebagai mikroalga unggul yang kaya senyawa bioaktif.

Tak sekadar teori, pelatihan juga disertai praktik pembuatan yoghurt Spirulina yang dipandu langsung oleh Dr. Kustiariyah.

Kegiatan ini diikuti 35 peserta dari beragam latar belakang: staf dinas, kelompok peternak sapi perah, penyuluh, hingga guru sekolah peternakan.

Yoghurt hasil pelatihan ini dikembangkan dengan standar SNI 2981:2009, khususnya dalam hal kandungan protein dan mutu organoleptik.

Produk ini juga dinilai mampu menjawab kebutuhan gizi anak-anak sekaligus menjadi pangan fungsional bagi orang dewasa. (uma)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#yoghurt #malang #ipb university