Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gelar Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis ke-7, Polbangtan Bogor Soroti Peran Teknologi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

Yosep Awaludin • Senin, 7 Juli 2025 | 11:44 WIB
Seminar Nasional yang digelar Polbangtan Bogor secara daring via Zoom.
Seminar Nasional yang digelar Polbangtan Bogor secara daring via Zoom.

RADAR BOGOR - Polbangtan Bogor menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Peran Teknologi Pertanian dalam Mewujudkan Swasembada Pangan" untuk memperingati Dies Natalis ke-7.

Polbangtan Bogor menyelenggarakan seminar nasional ini secara online pada Selasa 2 Juli 2025 melalui platform Zoom.

Seminar nasional Polbangtan Bogor dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, peneliti, praktisi, penyuluh pertanian, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Bogor menyatakan bahwa seminar nasional ini merupakan bukti komitmen kampus untuk membantu transformasi pertanian Indonesia melalui inovasi dan teknologi.

Menurutnya, perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan regenerasi petani adalah beberapa tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian saat ini.

Akibatnya, meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan nasional dapat dicapai melalui pemanfaatan teknologi kontemporer.

Polbangtan Bogor ingin menjadi bagian penting dalam upaya literasi teknologi bagi generasi muda pertanian melalui forum ilmiah ini.

"Kami percaya bahwa teknologi adalah kunci untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern," kata Direktur Polbangtan Bogor.

Hadirkan Tiga Pakar Ekonomi Pertanian

Tiga pembicara utama di seminar nasional ini adalah Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc., Guru Besar Universitas Lampung (UNILA) dan pakar ekonomi pertanian.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa teknologi digital sangat penting untuk mendukung kebijakan pangan yang berkelanjutan.

Prof. Dr. Lilik Sutiarso, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), M.Eng., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., berkonsentrasi pada inovasi mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., MVPH., M.Si., adalah Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan anggota Tim Pakar Bidang Susu Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menekankan bahwa inovasi teknologi dalam sektor peternakan sangat penting untuk ketahanan pangan.

Dengan moderator Ir. Syafaruddin, Ph.D., diskusi berlangsung dinamis dengan para peserta yang aktif bertanya dan memberikan komentar.

Selain itu, kegiatan ini memfasilitasi peserta dari berbagai wilayah untuk berbagi pengalaman dan ide-ide.

Kampus ini berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang siap menjadi penggerak pertanian modern di tanah air dengan mengusung semangat "Polbangtan JAWARA".

"Kami berharap seminar ini mampu menginspirasi semua pihak, khususnya generasi muda, untuk aktif mengadopsi teknologi dalam mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Ketua Penyelenggara Ismi Puji.

Mentan Sampaikan Pesan Soal Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan seminar nasional Polbangtan Bogor ini.

Dalam pesan tertulisnya, ia menekankan bahwa penguasaan teknologi adalah hal yang sangat penting untuk mempercepat mencapai swasembada pangan.

Mentan Amran menyatakan bahwa mewujudkan pertanian modern hanya dapat dicapai melalui sinergi antara inovasi teknologi, mekanisasi, dan peningkatan kualitas SDM.

"Saya berharap Polbangtan Bogor terus menjadi garda terdepan dalam mendidik generasi muda yang siap menghadapi tantangan global di sektor pertanian," tutur Mentan.

Selain itu, Mentan mengingatkan bahwa transformasi sistem produksi melalui teknologi digital, otomatisasi, dan alat mesin pertanian yang lebih canggih adalah solusi untuk masalah ketahanan pangan di era perubahan iklim dan geopolitik global.

Idha Widi Arsanti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), sependapat dengan Mentan, menekankan betapa pentingnya petani muda memiliki literasi teknologi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah mesin dan alat yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia untuk menguasai dan memanfaatkan alat dan mesin tersebut secara optimal.

Untuk memastikan ketahanan pangan nasional, generasi muda harus menjadi pelopor pertanian modern. Mereka adalah ujung tombak transformasi teknologi dan inovasi.

Kabadan Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa seminar ini telah menjadi tempat yang strategis untuk berbagi pengetahuan dan membangun kolaborasi.

Konferensi nasional ini berakhir dengan ajakan agar semua pihak bekerja sama untuk membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan berdaya saing di era industri 4.0. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#seminar nasional #swasembada pangan #Polbangtan Bogor