RADAR BOGOR - Setelah KKN Inovatif IPB dilepas oleh Rektor IPB Prof. Arif Satria pada 21 Juni lalu, maka kelompok KKN yang ke Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan tancap gas untuk merealisasikan harapan Rektor IPB dan Wali Kota Bogor.
Kedatangan Rombongan KKN-T disambut oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan yang diwakili oleh Kadis Pertanian Grobogan di Rumah Kedelai Grobogan, 24 Juni 2025.
Selanjutnya, para camat dan kepala desa yang menerima KKN-T mahasiswa IPB menyampaikan Potensi di wilayahnya masing-masing.
Jejak Jono resmi diterima hangat oleh Eka Winarna selaku Kepala Desa Jono yang didampingi oleh perangkat desa pada 25 Juni 2025.
Dalam pertemuan itu, fokus pada pembahasan perencanaan program Kerja yang diusung Jejak Jono.
Selain itu, memastikan relevansi program dan kebermanfaatan untuk masyarakat.
"Bahkan pak kades menantang Jejak Jono untuk menggali lebih dalam potensi di desa Jono," tutur M Agal Kordes Jejak Jono.
Produk garam yang unik karena jauh dari laut menjadi sasaran pertama.
Selanjutnya, diikuti kegiatan ke perkebunan buah melon milik Sujo.
Termasuk, ke peternakan dan pertanian masyarakat dan bersilaturahmi dengan Ita Dwi yang merupakan bidan Desa Jono untuk diskusi tentang kesehatan masyarakat.
Selain itu, ada Yuli Handayani yang merupakan kadus Jangkung dan membahas tentang pertanian masyarakat dan UMKM.
Hari ke-7 digelar Lokakarya pertama, untuk mengolaborasikan program, potensi dan tantangan.
Sehingga, pemaparan rencana program kerja KKN-T Jejak Jono dapat juga dipahami dan diberikan masukan oleh pihak Desa Jono.
Kemudian, kata M Agal, 1 Juli 2025 ditindaklanjuti dengan pengenalan Produk PT ASABI yang memperkenalkan rumah pengeringan atau greenhouse garam untuk petani garam dan produk RatGone dari Agricon untuk pengendalian hama tikus karena di desa ini tikus menjadi hama utama di sektor pertanian. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim