RADAR BOGOR - Presiden BEM Universitas Tazkia, Indra Mahfuzhi ditetapkan sebagai Koordinator Umum BEM Se-Bogor.
Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Musyawarah Besar (Mubes) BEM Se-Bogor yang digelar beberapa waktu lalu.
Indra terpilih secara musyawarah mufakat setelah melewati tahapan diskusi visi gerakan, penyampaian platform kepemimpinan, serta forum pertanggungjawaban pengurus sebelumnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk membawa BEM Se-Bogor menjadi aliansi mahasiswa yang lebih progresif, responsif terhadap isu-isu kerakyatan, serta aktif dalam menyuarakan kepentingan publik secara independen.
“Bukan soal siapa yang menjabat, tapi bagaimana kita semua bersatu menjadi gerakan moral yang terus menyuarakan keberpihakan kepada rakyat. BEM Se-Bogor harus tetap menjadi pengingat bagi kekuasaan, dan penggerak bagi perubahan,” tegasnya kepada Radar Bogor, Senin 7 Juli 2025.
Mubes ini juga menghasilkan beberapa keputusan strategis, antara lain penetapan arah isu prioritas dalam bidang lingkungan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan demokrasi, serta penguatan jaringan solidaritas antar-kampus sebagai fondasi utama perjuangan kolektif mahasiswa Bogor.
Koordinator demisioner, Muhammad Azrin menyampaikan apresiasi atas semangat regenerasi yang sehat dan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa estafet kepemimpinan harus menjadi ruang tumbuh bagi pemimpin muda yang konsisten menjaga idealisme dan keberpihakan.
“Bukan perkara mudah menjaga bara gerakan di tengah apatisme. Tapi Mubes kali ini membuktikan bahwa mahasiswa Bogor masih hidup, dan tetap berpihak. Selamat bertugas kepada saudara Indra Mahfuzhi. Terus jaga semangat juang ini,” tutup Azrin.
Azrin yakin dengan semangat baru, BEM Se-Bogor akan melangkah menghadapi tantangan ke depan dari isu lokal hingga nasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai perjuangan, moralitas, dan keberanian menyuarakan kebenaran.(fat)
Editor : Alpin.