Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bentar Lagi Meluncur, Ini Tanggapan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono Soal Sekolah Rakyat

Tegar Widya Utomo • Selasa, 8 Juli 2025 | 07:26 WIB
Tanggapan Wakil Menteri Sosial soal Sekolah Rakyat.
Tanggapan Wakil Menteri Sosial soal Sekolah Rakyat.

RADAR BOGOR - Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto terus menjadi sorotan, salah satunya datang dari Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono membeberkan soal perkembangan Sekolah Rakyat yang bakal dijalankan perdana dan serentak pada 14 Juli mendatang.

Menurut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, berbagai aspek penting Sekolah Rakyat sudah dipersiapkan.

Mulai dari kurikulum pendidikan, kesiapan tenaga pendidik, hingga ketersediaan sarana penunjang, seluruh elemen bergerak secara kolaboratif melibatkan berbagai kementerian.

Agus Jabo menekankan, bahwa program ini bukan hanya hasil kerja Kementerian Sosial semata, melainkan merupakan bentuk kerja sama lintas kementerian.

Seluruh elemen penting seperti gedung sekolah, guru, murid, hingga kepala sekolah telah siap menjalankan kegiatan.

Baca Juga: Berjauhan dengan Matahari, Begini Dampak Fenomena Aphelion pada Penduduk Bumi

Orientasi siswa dijadwalkan dimulai pada 14 Juli 2025, sebelum acara peresmian secara resmi dilakukan oleh Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa meskipun sebaran penduduk miskin berada di berbagai wilayah di Indonesia, lokasi sekolah percontohan sementara ini banyak memanfaatkan gedung-gedung milik Kementerian Sosial yang kebanyakan berada di wilayah Jawa dan Sumatera.

Gedung-gedung tersebut seperti sentra pelayanan sosial dan pusat pendidikan serta pelatihan sosial, dimanfaatkan dan direnovasi agar layak digunakan sebagai tempat belajar sementara.

Baca Juga: Bukan Ariel, Empat Suara Penyanyi Ini Bakal Isi Konser Peterpan dengan Lagu-Lagu Kenangan Era 2000

Namun, ke depannya pemerintah menargetkan pembangunan sekolah rakyat permanen yang tersebar merata di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.

Saat ini Kementerian Sosial sedang dalam tahap verifikasi dan asesmen lahan dari berbagai daerah.

Setelah tahap ini selesai, dokumen lahan akan diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk dinilai kelayakannya.

Baca Juga: Hasil Visitasi BYC Library Unida Bogor Raih Akreditasi A, Tunjukkan Capaian Tertinggi dalam Mutu Layanan dan Pengelolaan Perpustakaan

Presiden Prabowo sendiri memiliki kriteria yang cukup tegas terhadap lahan yang akan digunakan. Luas idealnya adalah 8,2 hektare, dengan batas minimal 5 hektare.

Lahan tersebut harus milik pemerintah, bebas dari risiko bencana alam, dan memiliki kontur tanah yang stabil.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan berkualitas.

Baca Juga: Pimpinan Yayasan Al Ihsan Percaya Gubernur Jawa Barat Bisa Urus Rumah Sakit Jadi Lebih Baik, Dedi Mulyadi Janjikan Tiga Hal

Agus Jabo juga membagikan cerita haru yang dialaminya selama menyosialisasikan program ini.

Banyak orang tua penerima manfaat merasa sangat terharu karena anak-anak mereka akhirnya memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Di beberapa daerah, seperti di Temanggung, bahkan ada warga yang sujud syukur di hadapan Menteri Sosial karena tak kuasa menahan rasa bahagia.

Baca Juga: Selamat! Bansos Penebalan Rp400 Ribu Resmi Cair di Beberapa Daerah Ini, PKH dan BPNT Beras 20 Kg Positif Cair Juli 2025

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 triliun untuk merealisasikan program Sekolah Rakyat.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembangunan fisik dan operasional sekolah permanen, dengan estimasi Rp200 miliar untuk satu lokasi sekolah.

Sementara untuk tahap awal, gedung-gedung eksisting milik pemerintah digunakan sebagai solusi sementara dengan kapasitas yang masih terbatas, biasanya hanya terdiri dari empat kelas.

Baca Juga: Sudah Dibuka! Daftar Pangan Bersubsidi Jakarta Online, Ambil Paket di Lokasi yang Dipilih

Ke depan, Sekolah Rakyat akan menerapkan sistem pendidikan berasrama atau boarding school.

Dalam satu kawasan pendidikan akan tersedia jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Setiap sekolah dirancang untuk dapat menampung sedikitnya 1.000 siswa.

Baca Juga: Bupati Bogor Diminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jangan Ragu Lebarkan Sungai dan Keruk Sungai Pasca Banjir dan Longsor

Setiap rombongan belajar atau kelas akan berisi sekitar 25 siswa, dengan total kebutuhan guru diperkirakan mencapai 1.544 orang untuk 100 lokasi sekolah.

Jika sistem ini berkembang hingga 500 titik, maka Indonesia akan memiliki setengah juta siswa unggulan dari latar belakang keluarga miskin yang mendapat akses pendidikan yang setara dan berkualitas.

Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam sejarah pendidikan Indonesia, menciptakan peluang yang adil bagi semua anak bangsa tanpa terkecuali, dan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan yang lebih cerah.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#Sekolah Rakyat #menteri sosial #Agus Jabo Priyono