Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri Sosial Gus Ipul Umumkan Kapan Orang Tua Boleh Temui Anak di Sekolah Rakyat

Tegar Widya Utomo • Senin, 14 Juli 2025 | 16:18 WIB
Suasana pertemuan antara orang tua dan siswa Sekolah Rakyat
Suasana pertemuan antara orang tua dan siswa Sekolah Rakyat

RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul terus membeberkan regulasi mengenai jalannya Sekolah Rakyat.

Salah satu yang diumumkan Menteri Sosial Gus Ipul, adalah waktu orang tua yang ingin melihat anaknya, di tengah masa asrama pada program Sekolah Rakyat.

Sebab, beberapa kali hal itu menjadi keresahan orang tua yang diterima Menteri Sosial Gus Ipul dari program Sekolah Rakyat itu.

Terbukti, momen haru juga terlihat di halaman Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Sentra Handayani, Jakarta Timur, tampak berbeda dari biasanya.

Pada hari itu, para siswa tampak berkumpul bersama orang tua mereka usai menyelesaikan simulasi tinggal di asrama Sekolah Rakyat.

Momen tersebut menjadi pertemuan emosional yang sarat haru, memperlihatkan betapa besar dukungan dan cinta keluarga bagi anak-anak yang tengah mengawali babak baru dalam pendidikan mereka di Sekolah Rakyat.

Hendra, seorang ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, terlihat memeluk erat putrinya, Hafiza, yang baru saja keluar dari asrama.

Ia mengakui bahwa momen ini cukup menguras emosi. “Sedih, tentu sedih.

Tapi kami sudah ikhlas. Semua ini demi masa depan anak,” tuturnya.

Bagi Hendra, meski berat melepaskan anak perempuannya, ia percaya bahwa keputusan ini akan memberikan peluang yang lebih baik bagi kehidupan sang anak.

Yang terpenting adalah melihat sang anak bahagia dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Tak jauh dari situ, suasana mengharukan juga dialami oleh Istiqomah, ibu dari Almunawaroh.

Perempuan itu tampak berkaca-kaca saat menceritakan pengalamannya melepas sang anak yang untuk pertama kalinya harus tinggal terpisah darinya.

“Tadi malam saya tidak bisa tidur, karena memang belum pernah jauh dari anak. Tapi saya berusaha tetap semangat, mendukung dari rumah,” ujarnya sambil menghapus air mata.

Baginya, doa adalah bentuk dukungan terbaik untuk memastikan anaknya menjadi lebih disiplin dan meraih keberhasilan di masa depan.

Sementara itu, Masiri, nenek dari Rizki Lani, tampak lebih tenang meski hatinya juga dirundung rasa rindu.

Ia menyampaikan rasa syukurnya karena cucunya bisa mendapat kesempatan belajar di lingkungan yang positif dan terarah.

“Kalau sehari saja enggak bareng, rasanya kangen. Tapi saya tenang, karena di sini ada yang membimbing,” katanya sambil tersenyum lembut.

Ia yakin, bahwa cucunya akan mendapatkan pengalaman berharga yang membentuk karakter dan masa depannya.

Pertemuan singkat antara anak dan orang tua itu memperlihatkan, bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar tempat belajar.

Lebih dari itu, sekolah ini menjadi ruang harapan, tempat masa depan dirancang, dan kasih sayang diuji dalam bentuk yang berbeda.

Isak tangis perpisahan menyiratkan cinta yang besar, namun di balik itu semua ada semangat yang menyala untuk menapaki masa depan yang lebih cerah.

Dikutip Radar Bogor dari kemensos.go.id pada 13 Juli 2025, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat bukanlah tembok yang membatasi kedekatan anak dengan orang tuanya.

Sebaliknya, sekolah ini justru menjunjung tinggi peran keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Berdasarkan arahan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, para orang tua diberikan keleluasaan untuk menjenguk anak mereka kapan pun dibutuhkan.

“Presiden memberikan izin kepada orang tua untuk datang kapan saja ketika rindu,” ujar Gus Ipul dalam pernyataannya di Sentra Handayani.

Ia menambahkan bahwa sekolah harus bersikap terbuka dan tidak membatasi pertemuan antara anak dan orang tua.

Bahkan, Presiden telah meminta agar disediakan ruangan khusus yang nyaman bagi keluarga yang ingin berkunjung.

Tidak akan ada jadwal kunjungan yang kaku atau terikat waktu tertentu.

Setiap rindu yang hadir harus bisa dijawab dengan kehadiran.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, unsur emosional dan hubungan keluarga tetap menjadi fondasi penting.

Sekolah Rakyat bukan hanya sarana untuk mengejar prestasi akademik, melainkan juga tempat untuk membentuk pribadi tangguh yang tetap bersandar pada cinta dan doa dari rumah.

Di setiap langkah siswa yang menapaki jalur pendidikan ini, selalu ada semangat dari orang tua yang menyertainya, dan Sekolah Rakyat berkomitmen menjadi jembatan bagi harapan itu tumbuh.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#Sekolah Rakyat #menteri sosial #gus ipul