RADAR BOGOR – Program Sekolah Rakyat hadir sebagai sebuah inovasi pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan.
Di balik kesuksesan awalnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan Sekolah Rakyat adalah penerapan nilai kedisiplinan sejak hari pertama siswa masuk.
Gus Ipul menyampaikan bahwa semua siswa wajib mengikuti aturan dan tata tertib yang berlaku di Sekolah Rakyat.
Kehidupan berasrama yang dijalani para siswa juga diatur sedemikian rupa untuk mendukung pembentukan karakter yang kuat dan positif.
Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inklusif.
Dikutip Radar Bogor dari kemensos.go.id pada 14 Juli 2025, terdapat tiga komitmen utama yang dijaga dalam sistem pendidikan Sekolah Rakyat, yaitu pencegahan terhadap perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi.
Ketiga hal tersebut diposisikan sebagai nilai-nilai inti yang tidak bisa ditawar.
Sekolah Rakyat bertujuan menciptakan ruang tumbuh yang aman dan setara bagi anak-anak yang selama ini kurang mendapatkan akses dan perlindungan yang memadai dalam sistem pendidikan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, sekolah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
Mulai dari ruang kelas yang layak, tempat ibadah, kamar tidur yang nyaman, akses makanan bergizi, hingga sistem digitalisasi yang menunjang pembelajaran.
Sarana dan prasarana tersebut menjadi pelengkap dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Sistem pendidikan di Sekolah Rakyat pun dirancang fleksibel melalui skema multi entry dan multi exit, memungkinkan siswa untuk masuk dan keluar sesuai dengan kebutuhan atau kondisi mereka.
Tidak seperti sekolah konvensional lainnya, Sekolah Rakyat merekrut siswa berdasarkan data yang terdapat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Anak-anak yang diprioritaskan untuk direkrut adalah mereka yang berpotensi putus sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, atau bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal sama sekali.
Proses seleksi siswa juga tidak mengharuskan adanya tes akademik.
Presiden RI Prabowo Subianto bahkan menyampaikan bahwa anak-anak ini tidak perlu diuji secara akademik di awal, karena yang terpenting adalah memberikan mereka kesempatan dan akses pendidikan yang layak.
Keputusan ini, menurut Gus Ipul, sangat menyentuh dan menunjukkan keberpihakan negara kepada mereka yang termarjinalkan.
Sebelum memulai pembelajaran formal, seluruh siswa akan menjalani proses pemetaan bakat (talent mapping) dan matrikulasi.
Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengetahui potensi, minat, serta bakat setiap siswa sejak dini. Dengan begitu, guru bisa merancang pendekatan belajar yang sesuai.
Selain itu, pendidikan karakter dan spiritual juga diberikan pada sore hari untuk membentuk pribadi yang berakhlak dan berjiwa pemimpin.
Setiap siswa juga mendapatkan pendamping pribadi berupa wali asuh.
Wali asuh ini memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kebutuhan sosial, emosional, dan fisik siswa terpenuhi.
Sistem pengawasan dan pencegahan juga diperkuat agar tidak terjadi pelanggaran terhadap nilai-nilai yang telah ditetapkan.
Kolaborasi lintas lembaga pun dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan program ini.
Pemeriksaan kesehatan, baik fisik maupun mental, dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, kurikulum dan modul ajar disusun dengan merujuk pada sekolah-sekolah unggulan seperti Al-Hikmah Surabaya.
Pada fase awal, Sekolah Rakyat dilaksanakan di berbagai gedung milik pemerintah pusat dan daerah yang telah memenuhi syarat kelayakan.
Namun, untuk jangka panjang, Kementerian Sosial berencana membangun 100 sekolah permanen dengan pendanaan dari APBN.
Setiap sekolah ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa.
Jika target 500 sekolah dapat terealisasi dalam lima tahun ke depan, maka sebanyak 500 ribu anak dari keluarga kurang mampu dapat menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA.
Lebih dari sekadar program pendidikan, Sekolah Rakyat merupakan perwujudan kehadiran negara yang sesungguhnya bagi rakyat miskin dan tidak mampu.
Program ini bukan hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membangun generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan percaya diri.
Melalui kolaborasi antarlembaga dan kepemimpinan yang penuh empati, Sekolah Rakyat menjadi langkah besar menuju keadilan sosial yang lebih merata di Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati