Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Nyaris Putus Sekolah, Anak dari Keluarga Prasejahtera di Bogor Dapat Harapan Baru dari Sekolah Rakyat

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 15 Juli 2025 | 14:36 WIB
Ina, seorang ibu yang kini kembali semangat menyekolahkan anak perempuannya di Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor.
Ina, seorang ibu yang kini kembali semangat menyekolahkan anak perempuannya di Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Kehadiran Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Suweno, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi angin segar bagi keluarga prasejahtera.

Tidak sedikit anak yang sebelumnya terancam putus sekolah, kini bisa kembali belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor.

“Tadinya gak bakal dilanjut (sekolahnya), sempat ada niat itu,” kata Ina, seorang ibu yang kini kembali semangat menyekolahkan anak perempuannya di Sekolah Rakyat.

Ina merupakan seorang janda yang menggantungkan hidup dari berjualan kopi di pasar, kesulitan untuk biaya sekolah anaknya.

Karena keterbatasan biaya, ia sempat pasrah jika anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan.

“Terus kata saya, mending sekolah. Kebetulan Pak Lurah sama Dinsos ke rumah, nyuruh anak saya buat sekolah lagi,” ucapnya.

Menurut Ina, Sekolah Rakyat terasa jauh lebih nyaman. Selain tanpa pungutan biaya, fasilitasnya juga cukup lengkap untuk menunjang kegiatan belajar.

“Tidak ada biaya buat ke sekolah lain, mending ke sini aja. Lebih aman dan lebih enak, ditambah fasilitasnya juga lengkap,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Acang, buruh tani asal Setu Gede, Cifor.

Dia mengaku awalnya ragu melanjutkan pendidikan anaknya karena penghasilannya tidak menentu.

“Istri saya dapat PKH. Terus yang ngajuinnya itu ketua PKH-nya. Jadi ada Sekolah Rakyat, ya udah lah, saya biarin aja, biar anak-anak sekolah,” ujar Acang.

Sehari-harinya, Acang bekerja di ladang milik orang lain. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan harian, itupun jika ada yang menyuruhnya bekerja.

“Kalau saya sih harian 75 ribu. Itu juga kalau ada. Kalau gak ada ya serabutan aja,” ucap pria berusia 49 tahun itu.

Bagi Acang, Sekolah Rakyat bukan hanya soal pendidikan gratis, tapi juga kesempatan anaknya tumbuh jadi pribadi yang lebih mandiri.

“Biar dia mandiri, jadi gak terlalu tergantung sama orang tua. Biar tahu bahwasannya kuat, gitu,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#Sekolah Rakyat #kabupaten bogor #putus sekolah