RADAR BOGOR - Sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan teknologi dan tantangan etis dalam dunia pendidikan, tim dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
PKM yang diselenggarakan Dosen UNJ ini bertajuk Sosialisasi Etika Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Proses dan Evaluasi Pembelajaran.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 16 Juli 2025 di SMA Plus Putra Melati, Jonggol, Kabupaten Bogor, dan dihadiri 25 guru dari berbagai mata pelajaran.
Kegiatan ini dipimpin Drs. Tri Bambang AK, M.Pd. selaku Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan anggota tim yaitu Rani Anggrainy, S.Pd., M.T. dan Agung Gumelar, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pendidik mengenai penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan secara etis, khususnya GenAI yang kini semakin marak digunakan dalam proses pembelajaran dan penyusunan evaluasi.
Dalam era digital, keberadaan GenAI seperti ChatGPT, Copilot, atau DALL·E tidak hanya membantu guru dalam mengakses materi ajar dengan cepat, tetapi juga membuka peluang terhadap penggunaan yang tidak bertanggung jawab jika tidak dibarengi dengan pemahaman etika yang memadai.
Para peserta mendapatkan penjelasan tentang hak kekayaan intelektual (HKI), privasi data, batasan pemanfaatan hasil GenAI dalam menyusun soal atau materi ajar, serta bagaimana menghindari plagiarisme atau manipulasi hasil evaluasi siswa.
Diskusi interaktif menunjukkan bahwa banyak guru merasa terbantu dengan keberadaan GenAI, namun menyadari pentingnya penggunaan secara proporsional dan bertanggung jawab.
Materi yang disampaikan juga menyoroti aspek legal dan moral dalam pendidikan berbasis teknologi.
Melalui kegiatan ini, para guru semakin memahami bahwa GenAI bukanlah pengganti peran guru, melainkan alat bantu yang harus dikendalikan dengan etika profesional.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kesadaran etika ini, diharapkan para pendidik dapat mengintegrasikan GenAI dalam kegiatan belajar mengajar dengan bijak serta tetap menjaga integritas akademik.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mendapat respons positif dari para peserta.
Kepala SMA Plus Putra Melati menyampaikan apresiasi dan harapan agar pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, mengingat perkembangan teknologi AI akan terus berkembang pesat.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani kebutuhan pendidikan masa kini dengan perkembangan teknologi masa depan secara etis dan bertanggung jawab.(*)
Editor : Alpin.