Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Perjuangan Robet Gunawan, Anak Driver Ojol Asal Gunung Putri Bogor Tembus Fakultas Kedokteran Untirta

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 18 Juli 2025 | 20:22 WIB
Robet Gunawan, anak driver ojol asal Gunung Putri diterima di Fakultas Kedokteran Untirta.
Robet Gunawan, anak driver ojol asal Gunung Putri diterima di Fakultas Kedokteran Untirta.

RADAR BOGOR - Sederhana dalam hidup, besar dalam mimpi, begitulah gambaran singkat perjuangan Robet Gunawan, remaja 17 tahun asal Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang berhasil masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) lewat jalur UTBK.

Robet bukan berasal dari keluarga berada, ayahnya bekerja sebagai pengemudi atau driver ojek online (ojol) dengan kendaraan sewaan, sementara sang ibu seorang ibu rumah tangga.

“Kalau semisal ayah aku kebetulan saat ini driver online, ibu rumah tangga,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Hidup dalam keterbatasan membuat Robet terbiasa hidup hemat dan ia mengaku jarang jajan di sekolah dan memilih mengalokasikan uang jajan untuk keperluan lain yang lebih penting.

“Biasanya aku di sekolah nggak jajan, cuma minum, terus pulangnya makan lagi di rumah,” ungkap siswa SMA Indosemen itu.

Selama ini, Robet hanya diberi ongkos sekolah Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per hari, uang itu digunakan khusus untuk ongkos pulang karena setiap pagi ia diantar oleh ayahnya.

“Aku rumahnya di Gunung Putri jadi ayah biasa nganter pagi,” imbuhnya.

Perjalanan Robet hingga diterima di jurusan kedokteran tentu tak mudah, sejak SD ia sudah menyatakan ketertarikannya pada dunia medis kepada kedua orang tuanya.

“Aku memang sudah tertarik dari kecil, walau tahu sulit dan mahal, orang tua tetap dukung,” kata anak kedua dari dua bersaudara itu.

Robet menyadari betul kuliah kedokteran bukan perkara murah karena itu ia mulai aktif mengikuti berbagai lomba dari SD hingga SMA, termasuk olimpiade dan kompetisi akademik yang sering diadakan kampus maupun lembaga lain.

“Aku ikut banyak lomba buat nambah pengalaman dan bantu ekonomi kalau menang hadiah,” ujar Robet.

Ia mulai fokus belajar UTBK sejak awal kelas 12, meskipun sempat berharap lolos SNBP dirinya tetap mempersiapkan untuk SNBT dengan belajar secara konsisten dari berbagai sumber.

“Aku belajar sejam-dua jam per hari. Yang penting konsisten dan disiplin,” kata Robet.

Tak hanya mengandalkan buku, ia juga banyak belajar dari YouTube, e-book, dan materi gratisan di Telegram san semua dikumpulkan demi memperbesar peluang lolos seleksi masuk kedokteran.

“Semua informasi aku kumpulin supaya bisa terus nambah wawasan,” tambah Robet Gunawan.

Selama SMA, Robet sempat menerima beasiswa dari sekolah dan hal itu cukup meringankan beban orang tua dan membuatnya bisa fokus mengejar cita-cita.

“Itu sangat membantu, aku jadi bisa lebih tenang buat belajar,” ucap Robet penuh syukur.

Salah satu titik balik datang saat ia berhasil menjadi juara dua lomba kedokteran tingkat nasional di kelas 12 dan kemenangan itu menjadi cambuk semangat Robet Gunawan untuk terus maju.

“Awalnya aku sering gagal, tapi aku anggap itu latihan, akhirnya bisa juara dua nasional,” kenangnya.

Setelah dinyatakan lolos SNBT di jurusan kedokteran Untirta, Robet mengaku sempat tak percaya dan baginya, ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi harapan besar bagi keluarganya.

“Jujur aku nggak nyangka, ini bukti kalau perjuangan nggak sia-sia,” kata dia dengan mata berbinar.

Kebanggaannya bertambah ketika pihak kampus dan Paragon memberi apresiasi atas prestasinya dan hal itu pun membuat kedua orang tuanya ikut haru dan bangga.

“Orang tua juga nggak nyangka mereka bangga banget sampai nangis,” ujarnya lirih.

Meski sempat mendapat cibiran dari lingkungan, Robet menjadikan itu sebagai bahan bakar motivasi dan ia ingin membuktikan bahwa latar belakang bukan penghalang untuk meraih mimpi.

“Walaupun background aku kaya apa, aku harus bisa buktiin bahwa pandangan negatif itu salah,” pungkasnya. (rp1)

Editor : Eka Rahmawati
#ojol #fakultas kedokteran #Robet Gunawan #untirta #Gunung Putri