Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

UIKA Bogor Lepas Ribuan Mahasiswa KKN, Rektor Minta Jadi Agen Perubahan

Fikri Rahmat Utama • Senin, 21 Juli 2025 | 18:05 WIB
Pelepasan mahasiswa KKN UIKA Bogor.
Pelepasan mahasiswa KKN UIKA Bogor.

RADAR BOGOR - Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali melepas ribuan mahasiswanya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 1.165 mahasiswa resmi diberangkatkan dalam acara pelepasan yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025, di Ruang Utama Masjid Ibn Khaldun, Kampus UIKA Bogor.

Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin menegaskan pentingnya menjaga citra kampus dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa KKN adalah duta-duta Universitas Ibn Khaldun Bogor.

"Jaga nama baik almamater, tampilkan sikap ramah, dan tinggalkan kesan positif. Jadilah bagian dari solusi di tengah masyarakat,” pesan Rektor di hadapan para peserta.

Tahun ini, total peserta KKN mencapai 1.193 mahasiswa, yang terdiri dari 1.165 peserta KKN Reguler Tematik, 28 mahasiswa KKN Internasional di Malaysia, Thailand, dan Arab Saudi, serta sebagian lainnya mengikuti KKN Mandiri. Seluruh program dikoordinasikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIKA.

Kepala LPPM UIKA, Prof. Lucky Hikmat Maulana menjelaskan peserta KKN Reguler dibagi ke dalam 44 kelompok yang disebar ke 7 kecamatan, mencakup 13 kelurahan dan 31 desa yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Kegiatan ini akan berlangsung selama 40 hari, terhitung sejak 21 Juli hingga 31 Agustus 2025.

“Setiap kelompok terdiri dari mahasiswa lintas program studi dari 23 prodi yang berbeda. Sebelum diterjunkan, mahasiswa wajib melakukan survei potensi wilayah dan menyusun program kerja bersama aparatur desa,” jelasnya.

Program KKN UIKA tahun ini mengusung pendekatan tematik, dengan fokus pada isu-isu lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mahasiswa diminta untuk mengidentifikasi minimal 1 hingga 2 isu prioritas yang dapat diintervensi secara kolaboratif bersama warga.

“Meski hanya berlangsung 40 hari, KKN punya dampak besar dalam membangun budaya kemajuan. Bahkan beberapa program yang terbukti bermanfaat sering dilanjutkan oleh kelompok KKN di tahun berikutnya,” tambahnya.

UIKA Bogor menekankan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga media pembentukan karakter, wawasan sosial, serta kemampuan kepemimpinan mahasiswa dalam konteks nyata kehidupan masyarakat.

Dengan semangat pengabdian, para peserta diharapkan mampu membawa perubahan positif di lokasi penempatan masing-masing dan menjadikan KKN sebagai pengalaman pembelajaran yang bermakna di luar ruang kelas. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #kkn #UIKA