RADAR BOGOR – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan inklusif terus digalakkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Menteri Sosial Gus Ipul memimpin rapat koordinasi nasional secara daring hingga larut malam bersama 100 kepala sekolah dari berbagai daerah di Indonesia pada Selasa, 22 Juli 2025.
Rapat ini berfokus pada evaluasi kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di 63 titik Sekolah Rakyat, serta membahas persiapan pembukaan 37 sekolah tambahan pada akhir bulan ini.
Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan Anak dari Keluarga Prasejahtera
Program Sekolah Rakyat 2025 hadir sebagai solusi nyata untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Dalam pertemuan koordinasi tersebut, Gus Ipul menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai tempat membangun masa depan, bukan sekadar tempat belajar mengajar.
Baca Juga: Begini Kata KPAD Kabupaten Bogor Melihat Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Era Saat Ini
Tiga pilar utama ditekankan dalam keberhasilan Sekolah Rakyat, yakni:
•Kualitas sumber daya manusia (SDM) para pengajar
•Kesiapan dan karakter siswa
•Kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan
Baca Juga: Gegara Ada Penolakan, Merger 2 SD Negeri di Ciawi Bogor Dibatalkan Dinas Pendidikan
Menurut Gus Ipul, ketiganya tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus saling memperkuat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berdaya saing.
Komitmen Pemerintah terhadap Kesejahteraan Guru
Masih dalam rapat Selasa malam itu, Gus Ipul menjelaskan pentingnya pemenuhan hak-hak formatif guru dan tenaga pendidik. Menurutnya, guru bukan hanya pilar dalam sistem pendidikan, tetapi juga penentu arah masa depan bangsa.
Empat Nilai Dasar untuk Anak Sekolah Rakyat
Menteri Sosial juga menegaskan perlunya penanaman empat nilai utama yang harus menjadi budaya sejak hari pertama anak-anak menginjakkan kaki di Sekolah Rakyat, yaitu:
•Kedisiplinan
•Kemandirian
•Kepercayaan diri
•Rasa bangga kepada orang tua
Baca Juga: Peserta Wajib Tahu, Ini 12 Bocoran Materi TWK SKD Sekolah Kedinasan yang Keluar Tahun Lalu
Nilai-nilai ini diharapkan dapat membentuk karakter tangguh yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat.
Persiapan Pembukaan Sekolah Tambahan
Dalam menyambut penambahan 37 titik Sekolah Rakyat baru di akhir Juli 2025, Mensos mengajak seluruh pihak untuk belajar dari pelaksanaan sebelumnya. Evaluasi menyeluruh diharapkan bisa menjadi dasar peningkatan layanan pendidikan ke depan.
Baca Juga: Soal Aturan Jam Mengajar Guru 16 Jam per Minggu, PGRI dan IGI Kota Bogor Angkat Bicara
Misi Menuju Indonesia Bebas Putus Sekolah
Lebih dari sekadar program sosial, Sekolah Rakyat menjadi upaya strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Dalam konteks kemerdekaan, ini adalah wujud nyata membebaskan anak-anak Indonesia dari keterbatasan serta mempersiapkan mereka menyongsong Indonesia Emas 2045.***
Editor : Eli Kustiyawati