RADAR BOGOR – Tes Kompetensi Akademik (TKA) merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) yang dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa tanpa menjadi penentu kelulusan.
Meskipun bersifat tidak wajib, hasil TKA memiliki beberapa fungsi strategis. Tes TKA akan menjadi dasar seleksi jalur prestasi masuk jenjang SMP, SMA/SMK.
Nilai TKA dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi PTN melalui jalur rapor (SNBP).
Selain itu, TKA juga berperan dalam penyetaraan hasil belajar dari pendidikan nonformal dan informal, serta mengukur penguasaan kompetensi pada mata pelajaran tertentu.
Pengaruh Nilai TKA pada Seleksi PTN
Banyak siswa bertanya apakah nilai TKA berpengaruh signifikan terhadap peluang lolos PTN.
Jawabannya, TKA tidak menggantikan peran SNBP atau SNBT, tetapi berfungsi sebagai alat pendukung.***
Nilai TKA digunakan untuk memvalidasi konsistensi nilai rapor dalam seleksi SNBP, terutama untuk jalur prestasi.
Artinya, hasil TKA bisa menjadi bahan pertimbangan tambahan jika nilai rapor dan nilai tes saling memperkuat.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan MRPTNI (Majelis Rektor PTN Indonesia) sebagai penyelenggara resmi seleksi nasional.
Jadwal Pelaksanaan TKA
Pelaksanaan TKA dibagi berdasarkan jenjang pendidikan dengan durasi berbeda.
Untuk siswa SD dan SMP, ujian dilaksanakan dalam 1 hari dengan beberapa sesi.
Sedangkan peserta SMA/MA/SMK, jadwalnya direncanakan selama 2 hari. Berikut rincian jadwalnya:
1. Jadwal TKA Jenjang SD
Hari pelaksanaan: 1 hari saja
- Sesi 1: pukul 07.30–09.40 WIB dengan materi Latihan/Simulasi (10 menit)
- Sesi 2: pukul 10.10–12.20 WIB dengan materi Bahasa Indonesia (60 menit)
- Sesi 3: pukul 13.30–15.40 WIB dengan materi Matematika (60 menit)
2. Jadwal TKA Jenjang SMP
Hari pelaksanaan: 1 hari saja
- Sesi 1: pukul 07.30–09.40 WIB dengan materi Latihan/Simulasi (10 menit)
- Sesi 2: pukul 10.10–12.20 WIB dengan materi Bahasa Indonesia (60 menit)
- Sesi 3: pukul 13.30–15.40 WIB dengan materi Matematika (60 menit)
3. Jadwal TKA Jenjang SMA/SMK
Hari pelaksanaan: 2 hari
Hari Pertama:
- Sesi 1: pukul 07.30–10.00 WIB dengan materi Latihan/Simulasi (10 menit)
- Sesi 2: pukul 10.30–13.00 WIB dengan materi Bahasa Indonesia (45 menit)
- Sesi 3: pukul 14.00–16.30 WIB dengan materi Matematika (60 menit)
Hari Kedua:
- Sesi 4: pukul 07.30–09.40 WIB dengan materi Bahasa Inggris (45 menit)
- Sesi 5: pukul 10.10–12.20 WIB dengan materi Latihan/Simulasi (10 menit)
- Sesi 6: pukul 13.30–15.40 WIB dengan materi Mata Pelajaran Pilihan Jurusan (60 menit)
Baca Juga: SMA Baru Akan Dibangun di Jawa Barat, Lokasinya di Sidamulih Kabupaten Pangandaran
Catatan penting: Setiap sesi diselingi waktu istirahat. Durasi ujian sudah termasuk waktu pengisian data peserta, dan jadwal dapat berubah sesuai kebijakan panitia penyelenggara.
Dengan mengetahui jadwal ini, peserta bisa mempersiapkan diri dan mengatur strategi belajar dengan lebih baik.
Pastikan datang lebih awal agar tidak terlewat sesi ujian yang telah ditentukan.
Mata Pelajaran dan Bentuk Soal TKA
Peserta SMA/MA/SMK akan diuji pada 4 mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pilihan. Pilihan mata pelajaran meliputi:
- Sains: Fisika, Kimia, Biologi
- Sosial: Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah
- Bahasa Asing: Jepang, Korea, Mandarin, Arab, Jerman
- Lainnya: Matematika Lanjutan, PPKn, atau Projek Kreatif & Kewirausahaan
Sebagai catatan penting, soal TKA terdiri atas pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, serta bersifat objektif.
Setiap jawaban akan dianalisis per mata pelajaran, lalu dijumlahkan untuk menghasilkan skor akhir dalam skala 0–100 (contoh: 85,75).
Tips Menghadapi TKA
Agar persiapan TKA lebih efektif, siswa disarankan untuk:
- Fokus pada mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan minat atau jurusan target di PTN
- Memanfaatkan latihan soal berbasis kompetensi untuk menguji pemahaman konsep
- Mencari informasi terbaru dari sumber resmi MRPTNI terkait perubahan kebijakan
Dengan memahami peran, jadwal, dan strategi belajar untuk TKA, siswa dapat memaksimalkan hasil tes sebagai pendukung dalam seleksi pendidikan lanjutan.***
Editor : Eli Kustiyawati