RADAR BOGOR - Siswa SMPN 29 Depok Azkia Rahma dan Hasna Alya antusias mengikuti lomba kreasi daur ulang sampah anorganik di Alun-alun Depok, Selasa 29 Juli 2025.
Pukul 08.00 WIB Azkia dan Hasna menuju pendopo alun-alun Kota Depok dan datang ke sana sembari menenteng galon bekas Lee mineral juga goodie bag berisi botol Aqua ukuran 600 mili liter.
Sampah plastik bekas air mineral itu bakal disulap oleh Azka Rahma dan Hasna Alya menjadi pot bunga dan boneka berbentuk hewan.
"Jadi aku nanti mau buat pot dari sampah galon dan botol air mineral ini, kalau teman saya mau buat mainan," kata Azkia kepada Radar Bogor Selasa, 29 Juli 2025.
Ia mengaku tertarik untuk mengikuti lomba kreasi daur ulang sampah anorganik ini, terlebih limbah atau sampah seperti ini bisa dimanfaatkan menjadi barang bekas dan mengurangi sampah plastik.
Sampah galon bekas dapat disulap menjadi berbagai macam pot bunga dan kerajinan tangan yang menarik juga bisa mengurangi sampah plastik.
"Dengan sedikit kreativitas dan usaha, galon bekas bisa diubah menjadi barang bernilai jual dan bermanfaat bagi lingkungan," jelasnya.
Sementara itu, Hasna Alya mengaku akan membuat mainan berbentuk hewan dan untuk proses pembuatan, kata dia memerlukan waktu sekitar 2 jam.
"Selain sampah galon air mineral juga menyiapkan cat," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut Ketua K7 yang juga Ketua Adiwiyata SPMN 29 Depok, Dina Ari Ani Liatiarini mengatakan pihaknya terus mendukung siswanya untuk bisa berkreasi dalam mengolah sampah plastik ini menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.
"Lomba seperti ini bagus untuk anak-anak, kaki selalu mendukung anak anak untuk selalu mengikuti kegiatan seperti ini," ujar Dina.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengadakan Lomba Kreasi Daur Ulang dan dilaksakan di Alun-Alun Timur Kota Depok (Alun-alun GDC).
Lomba yang bertemakan Kreasi dari sampah untuk bumi yang lebih lestari tersebut terbuka bagi pelajar SMP/MTs Negeri/Swasta di Kota Depok.
Kepala DLHK Depok Abdul Rahman mengatakan lomba tersebut menjadi bagian dari mengedukasi dan menginspirasi masyarakat tentang pentingnya pengelola sampah yang kreatif, ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
"Daur ulang bukan hanya soal mengurangi sampah, tapi juga tentang bagaimana kita bisa mengubah limbah menjadi sumber daya yang lebih bermanfaat bahkan memiliki nilai jual," kata Abdul Rahman kepada Radar Bogor Selasa, 29 Juli 2025.
Melalui lomba ini kata Abdul Rahman, Pemkot Depok ingin menggali potensi dan kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah anorganik menjadi produk yang inovatif dan fungsional.
"Saya harap, semangat kreatif ini tidak berhenti sampai sini, tetapi dapat terus ditularkan di lingkungan masing masing sekolah, rumah kantor, dan komunitas," tukasnya.(Faj)