RADAR BOGOR - SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor mengadakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar di Gudang Manggala Hutan Penelitian Dramaga, Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan Kemenhut.
Kegiatan tersebut diikuti 51 siswa kelas 10 SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor yang berlangsung 4-10 Agustus 2025.
Ketua Panitia Wirama Hypananda mengatakan, Pendidikan dan Latihan Dasar SMK Kehutanan Bakti Rimba ini diisi dengan beberapa kegiatan.
Di antaranya talk show dengan tema 'Rimbawan Muda Menuju Indonesia Emas Tahun 2025'. Pihaknya mengundang banyak narasumber, terutama yang berkaitan dengan rimbawan.
"Di sini materi yang kami angkat berupa bagaimana cara menaikkan mental dari para siswa supaya bisa berubah menjadi seorang rimbawan," katanya.
Hari selanjutnya, akan ada kegiatan praktik lapangan dengan mengundang profesional di bidangnya.
Para peserta akan belajar bagaimana cara mengambil data di dalam hutan, bertahan hidup di alam, hingga bagaimana mengenal lingkungan hutan lebih baik.
Kepala SMK Kehutanan Bakti Rimba Ribai, S.Hut, M.Si mengatakan, selain talk show, akan ada juga observasi lapangan, termasuk pelatihan pemadaman kebakaran hutan, jungle survival, dan kegiatan-kegiatan kunjungan industri.
Tujuan utama dari kegiatan ini, pihaknya ingin meningkatkan kapasitas dari para rimbawan muda, baik dari sisi sikap, pengawasan atau pengetahuan, dan tentunya aspek keterampilan.
"Dan yang tidak kalah pentingnya, kami ingin anak-anak ini memiliki atau menanamkan nilai-nilai luhur seorang rimbawan yang disiplin, profesional, dan terampil," tuturnya.
Menurutnya, kegiatan pendidikan dan latihan dasar ini merupakan agenda rutin SMK Kehutanan Bakti Rimba. "Dan tahun ini kami desain lebih inovatif," terangnya.
Pihaknya pun menghadirkan beberapa narasumber, baik dari IPB University, pengusaha bidang kehutanan, termasuk pimpinan cabang Dinas Kehutanan Wilayah 1, Kota Bogor.
Sejak berdiri 2013 hingga kini 13 tahun berjalan, SMK Kehutanan Bakti Rimba sudah membangun relasi dan kerjasama dengan beberapa perusahaan kehutanan untuk menyalurkan tenaga-tenaga kerja terampil.
Salah satunya yaitu PT Flora Nuansa Hijau, Sinarmas Forestry, dan PT Surya Hutani Jaya. Kerjasama ini di antaranya untuk menjaring para lulusan SMK Kehutanan Bakti Rimba.
"Sejauh ini sebetulnya SMK Kehutanan Bakti Rimba surplus, jadi kebutuhan perusahaan itu jauh lebih banyak dibandingkan jumlah lulusan kita. Tahun ini saja kebutuhannya lebih dari 100 orang atau mungkin bisa 150 orang, sedangkan lulusan kita tahun ini hanya 25 orang," katanya.
Udi Tiyastoto, mewakili Ketua Yayasan Pengelolaan Pendidikan Sumber Daya Alam menambahkan, para siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba juga mendapat pelatihan semi militer agar mereka memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Hasilnya sangat positif di dunia kerja. "Kita tanyakan kepada perusahaan, rata-rata mereka senang dengan kinerja anak-anak ini," tutur Udi Toyastoto.
Menurutnya, kurikulum di SMK Kehutanan Bakti Rimba ini tidak hanya soal pengetahuan dan keterampilan saja, tapi juga penguatan di dalam sikap dan mental. (***)
Editor : Yosep Awaludin