RADAR BOGOR - Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Jasinga, Kabupaten Bogor, kekurangan sumber air bersih.
Dengan jumlah lebih dari 400 siswa, sumber air yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan air di MTs Muhammadiyah Jasinga.
Kepala MTs Muhammadiyah Jasinga, Lili Rusli mengatakan, bahwa saat ini sekolahnya mengalami krisis air bersih.
"Sumber air sumur kami karena yang lama sudah dibor juga tidak ada maata air, sehingga sampai sekarang kami kekeringan," ungkapnya kepada Radar Bogor, Rabu 6 Agustus 2025.
Kondisi itu, kata Rusli, membuat sisa MTs Muhammadiyah Jasinga mengalami kesulitan.
Terutama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pembiasaan seperti sholat Dhuha dan shalat Dzuhur bersama.
Sementara jaringan instalasi air belum sampai ke sekolah tersebut.
"PDAM juga belum ada, makanya untuk kegiatan-kegiatan pembiasaan kita arahkan ke masjid terdekat di Masjid Istiqomah di Desa Pamagersari," jelasnya.
Sementara untuk warga sekolah yang ingin membuang hajat, sambung Rusli, pihaknya hanya mampu mengandalkan sumber mata air sumur yang terbatas.
"Masih tradisional pakai sumur, sedangkan kapasitas pengguna air lebih dari 402 siswa MTs," jelasnya.
Itu pun, masih Rusli, belum termasuk warga SD Muhammadiyah dan Sekolah Diniyah sebanyak 98 orang.
Kondisi itu menurutnya jelas untuk mengetahui betapa kekurangannya air untuk memenuhi kebutuhan semua warga sekolah.
Untuk itu, dia berharap ada pihak-pihak yang peduli terhadap MTs Muhammadiyah Jasinga dan mau untuk membantu menyediakan sumber air bersih.
"Karena penggunanya sudah pasti overload. Sementara untuk sumur dibor sedalam-dalamnya itu butuh anggaran yang bukan sedikit. Makanya kami mencari donatur," tukas Rusli.(cok)
Editor : Alpin.