Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Anggaran Pendidikan Nasional 2025 Capai Rp724 Triliun, Ini Rincian Program Prioritas dan Jumlah Penerimanya

Ira Yulia Erfina • Kamis, 7 Agustus 2025 | 22:58 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyadi memberikan penjelasan soal anggaran pendidikan nasional.
Menteri Keuangan Sri Mulyadi memberikan penjelasan soal anggaran pendidikan nasional.

RADAR BOGOR - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menetapkan alokasi anggaran pendidikan tahun 2025 sebesar Rp724,3 triliun.

Besaran ini mencerminkan komitmen negara dalam menjamin akses dan kualitas pendidikan yang merata di seluruh Indonesia, baik pada level dasar hingga perguruan tinggi.

Dari total anggaran tersebut, distribusinya terbagi ke dalam empat komponen utama, yaitu kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp261,62 triliun (36 persen), transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp347,09 triliun (48 persen), non K/L sebesar Rp35,55 triliun (5 persen), serta pembiayaan sebesar Rp80 triliun (11 persen).

Anggaran besar ini diarahkan pada sejumlah program strategis yang mencerminkan prioritas kebijakan pendidikan nasional. Program-program unggulan seperti:

a. Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah ditargetkan menjangkau 1,1 juta mahasiswa,

b. Program Indonesia Pintar (PIP) akan diberikan kepada sekitar 20,4 juta siswa.

c. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan dialokasikan bagi 9,1 juta siswa,

d. serta dukungan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) kepada 197 lembaga pendidikan tinggi negeri.

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, pemerintah juga melanjutkan pendanaan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan sekitar 36.000 mahasiswa aktif yang sedang menjalani studi beasiswa degree.

Digitalisasi pembelajaran pun menjadi fokus penting, seiring tuntutan teknologi yang makin mendesak dalam sistem pendidikan.

Selain itu, perhatian besar juga diberikan pada kesejahteraan tenaga pendidik.

Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-PNS akan menyasar 477,7 ribu guru, sementara sertifikasi guru ditargetkan mencakup 666,9 ribu guru.

Untuk menunjang fasilitas pembelajaran yang layak, program renovasi sekolah ditetapkan menjangkau sekitar 22 ribu pembangunan atau rehabilitasi sekolah.

Kebijakan pendidikan tahun 2025 juga memuat intervensi langsung dalam isu gizi peserta didik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Serta pembangunan Sekolah Unggulan dan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya membangun kesetaraan layanan pendidikan berkualitas di seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dengan alokasi anggaran yang besar dan tersebar ke berbagai program, kebijakan pendidikan tahun 2025 menunjukkan fokus pada pemerataan akses, perbaikan kualitas layanan, serta penguatan kapasitas tenaga pendidik.

Beragam inisiatif seperti bantuan operasional, beasiswa, sertifikasi guru, hingga rehabilitasi sekolah mencerminkan upaya merespons kebutuhan nyata di lapangan.

Namun demikian, pelaksanaan program-program ini tetap akan sangat bergantung pada efektivitas koordinasi antarlembaga, transparansi penggunaan dana, serta mekanisme pengawasan yang kuat agar tujuan kebijakan benar-benar tercapai dan tidak hanya berhenti pada target angka semata.

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kip #boptn #guru #sekolah #lpdp #pip #pendidikan #bos #Mbg