Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gembleng Jiwa Kepemimpinan, Ratusan Siswa SMAIT Insantama Bogor Long March ke Cianjur

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:49 WIB
Pelepasan ratusan siswa SMAIT Insantama Kota Bogor yang hendak melakukan long march ke Cianjur.
Pelepasan ratusan siswa SMAIT Insantama Kota Bogor yang hendak melakukan long march ke Cianjur.

RADAR BOGOR - Ratusan siswa SMAIT Insantama melakukan long march dari Kota Bogor menuju Desa Cikancana Kabupaten Cianjur. Langkah ini bertujuan untuk melatih fisik dan jiwa kepemimpinan mereka.

Untuk bisa sampai ke Cianjur para siswa Insantama Kota Bogor itu mesti menempuh jarak 90 kilometer. Perjalanan mereka sudah dimulai pada Selasa 12 Agustus 2025.

Long march siswa SMAIT Insantama itu dilepas langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.

Dalam kesempatan tersebut dia turut mengapresiasi atas model pelatihan kepemimpinan yang dilakukan oleh pihak manajemen sekolah.

“Kalau menurut saya cukup spekatakuler. Mereka bukan hanya secara mental di gembleng. Tetapi juga secara fisik. Buat saya ini sebuah hal yang sangat positif,” jelas Dedie.

Dedie menerangkan melatih jiawa kepemimpinan bukan hanya bergelut di dalam kelas. Tetapi mengeskplor lingkungan sekitar juga dapat mewujudkan misi tersebut.

Banyak hal yang bisa dirasakan oleh para siswa. Pertama dengan long march siswa akan dapat lebih peka terhadap lingkungan yang dilewati.

Sehingga ini juga bisa melatih jiwa sosialis para siswa. Inisiatif ini diharap Dedie dapat ditiru oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor.

“Mestinya ini juga bisa ditiru dengan sekolah-sekolah lain. Yang jauh lebih luar biasa lagi adalah ini sudah 16 tahun berlangsung dan sifatnya sudah menjadi tradisi,” beber Dedie pada awak media.

Perjalanan long march siswa SMAIT Insantama Kota Bogor ini bagian dari rangkaian kegiatan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Dasar (LKMD).

Program ini juga menjadi ajang untuk memutus Sindrom Rantai Gajah. Sebuah istilah yang menggambarkan belenggu mental.

Sebelum melangkahkan kaki menuju Cianjur, setiap siswa diwajibkan melakukan fundraising mandiri untuk membiayai keikutsertaan mereka sepenuhnya tanpa bantuan orang tua.

Ketua Pelaksana LKMD 2025, Muhammad Hamdan Fauzi menjelaskan bahwa tantangan menarik dalam fundraising adalah kemampuan berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal.

“Selain itu, kegiatan fundraising ini juga melatih kami untuk bersabar dan memahami kondisi para donatur yang kami temui,” ujarnya.

Hamdan juga mengatakan bahwa belajar manajemen waktu menjadi hal yang penting, mengingat penggunaan laptop dibatasi oleh guru, sehingga mereka harus memanfaatkannya sebaik mungkin.

Sepanjang perjalanan long march, peserta juga akan melakukan observasi sosial-lingkungan dengan mewawancarai warga dan menganalisis kondisi desa menggunakan metode SWOT sederhana.

“Analisis ini bertujuan melatih kemampuan peserta dalam memahami potensi dan permasalahan di suatu lingkungan masyarakat serta menawarkan solusi yang tepat. Hasilnya akan dipresentasikan langsung kepada masyarakat Cikancana,” jelas Hamdan

Rentetan acara itu juga turut mendapat apresiasi dari , Kepala SMAIT Insantama Pertiwiguno.

Dia menjelaslan, LKMD bukan sekadar latihan fisik, melainkan pembelajaran hidup.

“Kami ingin mereka merasakan sendiri proses menjadi pemimpin—menghadapi tantangan, bekerja sama, membantu sesama, dan bertahan hingga tujuan tercapai,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#Jiwa Kepemimpinan #cianjur #SMAIT Insantama