Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dosen IPB Pulang Kampung, Ajak Remaja Berwirausaha dan Ingatkan Bahaya FOMO

Dede Supriadi • Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:27 WIB

EDUKASI: Dosen IPB University menggelar program Dospulkam lewat program SIBER di SMA Kornita IPB.
EDUKASI: Dosen IPB University menggelar program Dospulkam lewat program SIBER di SMA Kornita IPB.

 
RADAR BOGOR - Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University menggelar program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) melalui program Sekolah Inspirasi Remaja Berprestasi dan Bertalenta (SIBER).

Program SIBER dilaksanakan di SMA Kornita IPB dan berfokus pada topik kewirausahaan dan pentingnya menjaga kesehatan dalam pergaulan.

Tak kurang dari 81 siswa remaja mengikuti arahan dosen-dosen IPB University.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University Rindang Matoati menyampaikan tingginya angka pengangguran di Indonesia.

“Saat ini, persaingan mencari kerja tidak hanya terjadi antar sesama pelamar kerja, tapi kita juga bersaing dengan mesin. Banyak perusahaan yang memilih membeli mesin karena dengan hasil kerja yang sama, mesin tidak pernah sakit, cuti, apalagi demo,” tutur Rindang.

Maka dari itu, lanjut dia, masyarakat mulai berpikir out of the box dan tidak membatasi potensi diri.

Terdapat beragam manfaat dari wirausaha, termasuk membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pembangunan di lingkungan masyarakat, mendapat kesempatan menunjukkan potensi dalam diri, membentuk sikap kerja keras, tekun, dan memiliki pribadi unggul.

Rindang Matoati menjelaskan, setidaknya ada tiga tahap untuk memulai bisnis. Pertama, perlu menentukan ide bisnis.

Lakukan riset kebutuhan barang atau jasa di masyarakat yang solusinya dapat ditawarkan melalui produk atau layanan. Tentukan juga keunggulan barang atau jasa dibanding kompetitor.

Kedua, buat rencana bisnis yang tepat. Pikirkan dengan matang proses end-to-end bisnis yang akan dijalani, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Terakhir, luncurkan produk atau layanan kita ke pasar. Perhatikan strategi pemasaran untuk menarik pelanggan dan catat respon konsumen sebagai masukan bisnis di masa mendatang.

“Para peserta diajak melihat berbagai peluang bisnis yang terbuka di era digital ini, seperti membuat konten di media sosial, dropshipper, fotografer online, jasa titip barang atau jastip, hingga online shop,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Dosen Fakultas Kedokteran IPB University Yusuf Ryadi, mengajak remaja mengenali berbagai dampak kebiasaan buruk yang sering dijumpai dalam lingkungan pergaulan, seperti penggunaan rokok, pod, vape, hingga konsumsi alkohol dan narkoba.

“Delapan puluh persen perokok bermula dari usia remaja,” terang dr. Yusuf.

Saat ini, tambah dia, mudah ditemukan pemuda yang mengalungkan rokok elektrik ketika berada di tempat umum. dr. Yusuf menjelaskan rokok konvensional dan elektrik mengandung bahaya yang serupa.

“Keduanya sama-sama mengandung nikotin. Jika rokok biasanya menghasilkan asap yang merusak paru-paru, maka pada rokok elektrik ada aerosol atau uap yang mengandung berbagai zat kimia berbahaya. Jadi, anggapan bahwa rokok elektrik merupakan solusi dari kebiasaan merokok itu salah karena hanya mengganti sumber kerusakan organ pernapasan,” jelas dia.

Yusuf juga menyebutkan bahaya fear of missing out (FOMO) terhadap hal yang salah.

Lingkungan pergaulan seringkali mengajak mencoba hal baru yang belum tentu baik, termasuk misalnya mengonsumsi alkohol atau narkoba.

Konsumsi zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh akan merusak berbagai fungsi organ, bahkan menimbulkan kerugian psikis dan sosial.

Contoh, seseorang yang mengonsumsi narkoba akan lebih lamban, ceroboh, tegang, mudah emosi, sering cemas, dan selalu merasa tidak aman.

Dalam lingkungan sosial ia juga cenderung berbuat kriminal, merepotkan dan membebani keluarga, dikucilkan, serta memiliki masa depan yang suram.

“Remaja diajak untuk dapat menjaga diri dalam pergaulan. Remaja harus selektif dalam pergaulan, memiliki hobi dan aktivitas yang positif, melatih manajemen stress, mengontrol diri, dan mengikuti nasihat dari orang tua maupun guru,” pungkasnya. (ded)

Proses penjemuran biji kopi yang digunakan kopi Lasingan, beberapa waktu lalu.
Proses penjemuran biji kopi yang digunakan kopi Lasingan, beberapa waktu lalu.
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Alpin.
#ipb #pulang kampung #kewirausahaan