RADAR BOGOR - IPB University kembali melakukan pemberdayaan masyarakat, dengan program Dosen Pulang Kampung. Kali ini, dilakukan kepada 25 ibu rumah tangga yang ada di Babakan Raya 3, Dramaga, Kabupaten Bogor.
Dosen Pulang Kampung IPB University kali ini, berfokus untuk menggugah potensi ekonomi keluarga dari seorang ibu rumah tangga, dengan menghadirkan pakar manajemen keuangan konsumen dan pengembangan ekonomi keluarga, Dr. Ir. Irni Rahmayani Johan, S.P, M.M.
Pada program Dosen Pulang Kampung IPB University kali ini juga, Irni memaparkan tentang strategikreatif mencari penghasilan untuk ibu rumah tangga, tanpa harus meninggalkan rumah.
“Seorang ibu sangat penting untuk mengenali keterampilan pribadi dan memanfaatkannyamenjadi peluang usaha, sehingga ibu dapat tetap produktif tanpa harus meninggalkan rumah,” papar Irni.
Dalam kegiatan ini, Irni memperkenalkan berbagai ide usaha yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga, seperti memulai usaha dari olahan pangan, kerajinan tangan, hingga jasa berbasis rumah.
“Untuk mulai usaha nggak selalu harus modal uang, yang lebih penting justru modal niat dan semangat,” tegas Irni di hadapan peserta yang hadir.
Irni juga memaparkan untuk memulai usaha diperlukan pengetahuan dan kemampuan dalammanajemen keuangan.
Hal ini dapat dimulai dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, memisahkan kebutuhan prioritas hingga mengantisipasi pengeluaran yang tidak terduga.
“Langkah kecil dalam mengatur keuangan dapat menjadi fondasi dalam memulai usaha, sehingga ini penting dilakukan,” jelasnya.
Adanya program Dosen Pulang Kampung, IPB University menegaskan perannya bukanhanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial dan ekonomidi tingkat komunitas.
“Harapannya keterampilan yang dibagikan mampu memperkuat kemandirian ekonomikeluarga sekaligus menginspirasi tumbuhnya usaha-usaha kecil yang berkelanjutan,” tutur Irni.
Menurutnya, banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait keuangan dan sangatmemerlukan perhatian, seperti masih kurang memiliki kesadaran dan pemahaman tentangpengelolaan keuangan yang bijak, serta tingginya risiko keuangan akibat game online terlarang dan pinjaman online.
Hal ini dapat mengancam stabilitas ekonomi keluarga dan kesejahteraanmasyarakat.
“Kegiatan ini sangat diperlukan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan dan menghadapi risiko keuangan di era digital," tegasnya.
Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan penuh rasa hangat dan kekeluargaan, sehinggapeserta merasa sangat senang dan semangat dengan adanya pemberdayaan ini.
Baca Juga: Simpang Daralon Cibinong Siap Jadi Taman Ikonik, Bangunan Mulai Dibongkar Pemkab Bogor
“Senang sekali dapat pembekalan ini dari Ibu Irni, saya jadi lebih semangat untukngembangin usaha,” ucap Neneng, salah satu peserta yang sudah memiliki usaha nugget dan pakcoy.
Tak hanya mendapatkan materi, kegiatan ini juga menjadi ruang saling tukar pengalamanantar ibu rumah tangga. Beberapa peserta bahkan langsung merencanakan untuk kolaborasimemasarkan produk bersama. Sebelum dan setelah pemaparan materi peserta juga diberikanpre-test dan post-test.
“Semoga setelah ini kita sebagai ibu rumah tangga semakin produktif dan kreatif lagi,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga