RADAR BOGOR – Agrianita IPB University, menggelar webinar pengelolaan sampah pada Selasa 19 Agustus 2025.
Webiner IPB University ini menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi konkret dalam mengurangi timbunan sampah.
Ketua Agrianita IPB University Retna Widayawati menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak.
Menurutnya, semua orang adalah kontributor karena setiap hari pasti menghasilkan sampah.
“Kita tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga bangsa dan generasi ke depan, yang kita lakukan saat ini adalah membahas masalah sampah, tindakan konkretnya membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujar Retna.
Ia menjelaskan, sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar.
Sisa makanan, sayuran, kertas, hingga tisu setiap hari menumpuk di dapur dan kamar mandi.
Retna juga menyoroti dampak belanja online yang kian marak.
Menurutnya, bukan barang yang dipesan yang menimbulkan masalah, melainkan bungkus plastik sekali pakai yang semakin menambah volume sampah.
“Tidak usah kita melihat tingkat nasional, coba tengok dapur kita masing-masing, Berapa banyak sampah dari belanja online, bukan barangnya yang menjadi sampah, tapi bungkusnya,” terang Retna.
Dia menyebut kampanye memilah sampah sebenarnya sudah lama digaungkan.
Namun, praktik di tingkat rumah tangga masih sangat terbatas. Retna mengajak masyarakat untuk memulai dari hal kecil.
Memilah sampah dari rumah diyakini bisa menjadi langkah nyata untuk mengurangi beban TPA.
“Saya mengajak orang terdekat saya dan kita semua untuk memulai dari rumah sendiri, kalau dipilah sejak awal, sampah tidak akan menumpuk begitu saja,” tegas Retna
Lebih lanjut, ia menilai bank sampah sebagai solusi yang sederhana namun efektif.
Dengan adanya bank sampah di lingkungan RT, sampah terpilah bisa tersalurkan tanpa khawatir tercampur kembali.
“Kalau setiap RT punya bank sampah, ibu-ibu rumah tangga tidak akan bingung lagi, kalau tidak ada bank sampah, sampah yang sudah dipilah akan bercampur lagi di TPA dan menimbulkan lebih banyak mudarat,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.