RADAR BOGOR – Dalam sebuah gestur yang tak biasa, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan ala militer kepada para menteri, guru, dan kepala sekolah yang terlibat dalam program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, hal ini sesuai dengan tradisi yang biasa ia lakukan di dunia militer.
Presiden spontan mengangkat tangan dalam posisi hormat. Gestur ini terjadi sebelum menutup acara pengarahan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada hari Jumat, 22 Agustus 2025, kepada 156 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat.
"Saya ini prajurit. Di tentara, kita ada kebiasaan: kalau kita sangat bangga dengan anak buah, pemimpin harus memberi hormat kepada anak buah. Saya Presiden Indonesia, saya bangga dengan kalian semua," ujarnya sambil mengangkat tangan memberi hormat.
Penghargaan istimewa ini diberikan atas kerja keras seluruh jajaran dalam mensukseskan gagasan Sekolah Rakyat.
Program ini bertujuan mulia, yaitu menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sebagai upaya strategis memutus lingkaran kemiskinan.
Program Sekolah Rakyat sendiri telah menunjukkan perkembangan pesat. Saat ini, 100 sekolah telah beroperasi di seluruh penjuru Indonesia.
Pemerintah menargetkan penambahan hingga 165 sekolah pada September mendatang.
Dengan ekspansi tersebut, diperkirakan pada tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat akan melayani total 15.895 siswa, didukung oleh 2.407 guru dan 4.442 tenaga kependidikan lainnya.***
Editor : Eli Kustiyawati