RADAR BOGOR - Dalam rangkaian kegiatan The 5th International Conference on Science, Technology, Education, Law and Management (ICOSTELM 2025), dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda Bogor turut berpartisipasi dalam kegiatan Visiting Lecture yang diselenggarakan di Universitas Geomatika Malaysia.
Acara ini menjadi bagian penting dari agenda tahunan ICOSTELM yang senantiasa menjadi wadah kolaborasi internasional antara akademisi lintas negara.
Tahun ini, Universitas Djuanda mengirimkan lima delegasi dosen untuk turut serta dalam kegiatan ilmiah sekaligus memperkuat jejaring akademik dengan berbagai universitas di Asia Tenggara.
Salah satu delegasi dari 5 dosen Universitas Djuanda Bogor yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Nadia Amalia, S.I.Kom., M.A.P, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda Bogor.
Dalam pemaparannya, Nadia mengangkat tema “Dependency Communication from a Dependency Theory Perspective".
Materi ini menyoroti bagaimana hubungan komunikasi antara negara berkembang dan negara maju menyampaikan beberapa hal.
"Membuka perekonomian di kancah internasional adalah komunikasi dialogis negara berkembang bisa mandiri tidak pernah berdiri sendiri, melainkan saling terikat dalam jaringan interaksi sosial, ekonomi, dan budaya yang kompleks," ujarnya.
Menurutnya, teori ketergantungan memberikan kerangka untuk memahami dinamika komunikasi yang terbentuk akibat adanya kebutuhan, pengaruh, dan interaksi timbal balik antaraktor sosial.
Hal ini sangat relevan dalam konteks globalisasi dan perkembangan ketergantungan dengan beberapa teknologi informasi pada negara negara maju, di mana masyarakat semakin terhubung dan saling bergantung satu sama lain.
Kegiatan visiting lecture ini tidak hanya membuka ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi ajang memperluas wawasan bagi mahasiswa dan dosen Universitas Geomatika Malaysia.
Melalui sharing ilmu dari dosen Universitas Djuanda, diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang teori komunikasi kontemporer serta penerapannya dalam berbagai bidang, termasuk media, pendidikan, dan pembangunan masyarakat.
Partisipasi Universitas Djuanda dalam ICOSTELM 2025 sekaligus menjadi wujud komitmen dalam mendukung internasionalisasi kampus, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta memperkuat reputasi akademik di kancah.(*)