Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lewat CGP, Siswa SMK Metland Bogor Didorong Siap Bersaing di Era Global

Muhammad Rifki Fauzan • Selasa, 2 September 2025 | 19:17 WIB
Suasana saat para siswa di SMK Metland Bogor mengikuti CGP.
Suasana saat para siswa di SMK Metland Bogor mengikuti CGP.

RADAR BOGOR - SMK Pariwisata Metland mendorong siswanya berani menghadapi tantangan global.

Pesan itu disampaikan dalam acara Generasi Cinta Prestasi (GCP) di Mall Metropolitan, Senin 1 September 2025.

Pembina Yayasan Pendidikan Metland (YPM), Wahyu Sulistio menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi siswa.

Menurutnya, kemampuan hard skill dan soft skill perlu diperkuat dengan dukungan pemerintah.

“Saya berpesan untuk kalian para siswa jangan takut menghadapi tantangan ini. Kita tingkatkan kompetensi dengan keterampilan dan karakter, disertai dukungan kementerian terkait,” kata Wahyu.

Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi, inovasi, serta kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Selain itu, siswa diminta menanamkan cita-cita kuat sebagai calon pemimpin masa depan.

“Karakter dan integritas harus jadi pijakan kita semua. Tanamkan cita-cita menjadi pemimpin yang mampu mengubah lingkungan lebih baik,” tegasnya.

Kepala SMK Metland, Darmawan, menambahkan pendidikan vokasi kini semakin diminati.

Menurutnya, alumni sekolah sudah banyak melanjutkan studi ke luar negeri maupun bekerja di hotel internasional.

“Dahulu vokasi pilihan kedua, kini jadi keberminatan. Sejumlah alumni kami melanjutkan pendidikan ke Singapura dan bekerja di negara maju,” ujarnya.

Tahun ini SMK Metland membuka program internasional untuk bahasa Jepang, Jerman, dan Mandarin.

Program itu diharapkan meningkatkan daya saing siswa di dunia kerja global.

“Alumni kami juga ada yang mendapat beasiswa di kampus Tiongkok. Semua ini berkat dukungan Direktorat SMK dan kementerian terkait,” kata Darmawan.

Motivasi juga datang dari alumni, Gilang Fajar, yang kini bekerja di Ritz Carlton Dubai.

Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

“Untuk memanfaatkan hasil kerja kita mesti menabung dan membantu orang tua. Kemampuan bahasa sangat membantu saya berkembang di Dubai,” ungkap Gilang.

Widyaprada Kemendikdasmen, Wardani, menilai SMK Metland termasuk sekolah unggulan yang konsisten berinovasi. Ia menyoroti perlunya strategi menghadapi terbatasnya lapangan kerja.

“Digitalisasi, AI, dan robotisasi harus diantisipasi. Namun ada peluang besar karena 1,6 juta lowongan kerja di luar negeri masih terbuka,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Abri D Prabawa dari Kementerian P2MI. Dari total lowongan luar negeri, baru 400 ribu yang terisi sehingga peluang masih terbuka lebar.

“Kami dorong SMK memiliki kelas vokasi khusus migran. Tujuannya agar lulusan kompeten sekaligus mendapat perlindungan lebih baik,” jelas Abri.

Sementara itu, Surono dari Tim Profesional Pariwisata Nasional (TPPN) Kemenpar menyebut sertifikasi internasional jadi syarat penting.

Dia menegaskan SMK Metland siap menjadi pilot project program tersebut.

“Sekolah ini sudah mengajukan proposal dan ditargetkan Januari 2025 bisa menghasilkan lulusan dengan tujuh okupasi. Pemerintah siap melakukan pembinaan,” pungkasnya.(rp1)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Alpin.
#SMK Metland Bogor #siap bersaing #Era global