Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

TrunkTone, Karya Mahasiswa IPB yang Sulap Limbah Sawit Jadi Peredam Akustik

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 3 September 2025 | 16:58 WIB
Para mahasiswa Departemen Fisika IPB University yang mengolah batang sawit dan tandan kosong menjadi material peredam suara.
Para mahasiswa Departemen Fisika IPB University yang mengolah batang sawit dan tandan kosong menjadi material peredam suara.

RADAR BOGOR – Limbah kelapa sawit yang selama ini dianggap tak berguna, kini menjelma jadi produk bernilai tinggi.

Tiga mahasiswa Departemen Fisika IPB University berhasil mengolah batang kelapa sawit (Oil Palm Trunk/OPT) dan tandan kosong (Empty Fruit Bunch/EFB) menjadi material peredam suara.

Inovasi dari kelapa sawit itu diberi nama TrunkTone yang membawa pulang Juara Pertama kompetisi inovasi riset sawit tingkat internasional.

Mereka juga meraih predikat Best Presentation pada ajang International Oil Palm Trunk Product Design Competition 2025 di IPB International Convention Center, Selasa 2 Agustus 2025.

Tim yang terdiri dari Annisa Nur Azahra, Pristy Tasya Nabila, dan Salsabilla Permata Bayah ini tampil memukau di hadapan dewan juri.

Di bawah bimbingan Dr. Yessie Widya Sari, ide mereka dinilai paling orisinal, siap dipasarkan, dan menjadi terobosan baru.

“Kami memilih TrunkTone karena originalitasnya, market ready, dan sifatnya yang groundbreaking,” ujar salah satu juri, Faristama Aryasa, CEO Katalis.co.

Senada dengan itu, Prof. Agung Nugroho dari Universitas Lambung Mangkurat menilai TrunkTone unggul karena desainnya cermat dan mempertimbangkan karakter fisik dari OPT dan EFB.

Kompetisi ini diikuti 39 tim dari berbagai universitas dunia, sebagai bagian dari inisiatif SustainPalm.

Konsorsium ini merupakan kolaborasi Indonesia–Belanda untuk mendorong industri kelapa sawit yang lebih sirkular dan ramah lingkungan.

Melibatkan Wageningen University & Research, Van Hall Larenstein University of Applied Sciences, IPB University, hingga Universitas Lambung Mangkurat.

Dukungan pun datang dari pemerintah. Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian, Lila Bahktiar, menyebut TrunkTone sebagai bukti nyata bahwa limbah sawit bisa diolah jadi produk bernilai tinggi.

Produk ini memiliki potensi dikomersialisasi dalam waktu singkat. "Selamat dan sukses untuk TrunkTone,” ujarnya.

Tak hanya sekadar ide, prototipe TrunkTone juga sudah diuji coba. Hasilnya mampu menurunkan transmisi suara hingga 13 dB dengan koefisien peredaman mencapai 0,8. Angka ini sudah memenuhi standar nasional peredam akustik.

Prestasi mahasiswa IPB tak berhenti di situ. Dua mahasiswa lainnya, Shakila Agustin dan Abimanyu Pratama, juga berhasil menembus babak final lewat inovasi Palmlight, lampu tidur berbahan batang sawit.

Keberhasilan ini semakin menegaskan mahasiswa IPB mampu mengubah tantangan limbah menjadi peluang emas.

Dari batang dan tandan kelapa sawit, lahirlah solusi ramah lingkungan yang siap mengharumkan nama bangsa. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kelapa sawit #mahasiswa ipb #peredam suara