RADAR BOGOR - Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap budidaya lobster air tawar, tim dosen Universitas Djuanda (Uninda) Bogor kembali hadir melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Sejahtera, Kabupaten Bogor.
Program yang mengusung tema “Pemanfaatan Probiotik pada Pakan Lobster Air Tawar dengan Sistem Akuaponik” Unida Bogor ini berfokus pada pengenalan dan penerapan teknologi probiotik sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas budidaya lobster sekaligus memperkuat kapasitas petani lokal.
Pimpin PKM ini, dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) Unida Bogor, Ir. Mulyana, M.Si, menjelaskan, berangkat dari permasalahan utama dalam budidaya lobster air tawar jenis Cherax quadricarinatus atau udang karang capit merah Australia.
Meskipun memiliki keunggulan berupa pertumbuhan cepat, pemeliharaan relatif mudah, dan nilai ekonomis tinggi, budidaya lobster sering terkendala oleh limbah ammonia (NH3) yang menurunkan kualitas air, menghambat pertumbuhan, hingga menyebabkan kematian.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim PKM Unida memperkenalkan pemanfaatan probiotik.
Teknologi ini terbukti mampu memperbaiki kualitas air dan sistem pencernaan lobster, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, memperkuat imunitas, menjaga kesehatan, menyeimbangkan mikrobioma usus, serta mendorong laju pertumbuhan.
“Dalam akuakultur, probiotik memainkan peran penting. Dengan begitu, pembudidaya bisa lebih mudah mencapai hasil produksi yang optimal,” ungkap Ir. Mulyana, M.Si.
Baik ditambahman langsung ke media atau dicampur ke pakan, kedua metode ini sama-sama efektif meningkatkan respon imun, memperbaiki sistem pencernaan, serta menjaga kelangsungan hidup lobster.
“Pada akhirnya, penerapan probiotik akan membantu pembudidaya memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat,” tambahnya.
Ir. Mulyana, M.Si berharap kegiatan PKM ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Gapoktan Bina Sejahtera dalam memanfaatkan probiotik pada pakan lobster dengan sistem akuaponik.
Pada kesempatan yang sama, Anggota tim PKM lainnya, Dr. Dudi Lesmana, S.Pi, M.Si turut menyampaikan materi tentang budidaya lobster air tawar.
“Biaya pakan yang mencapai 70–75 persen dari total biaya produksi menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pemanfaatan probiotik pqda pakan lobster dalam sistem akuaponik dinilai sebagai solusi inovatif yang dapat menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas,” terangnya.
Sementara itu, Drh. Agung Puji Haryanto, M.Si yang juga merupakan anggota Tim PKM memberikan penjelasan tentang pengenalan probiotik.
Dia menguraikan definisi, jenis, serta manfaat probiotik berdasarkan berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan dalam bidang peternakan dan perikanan.
“Harapan terbesar adalah anggota gapoktan dapat memanfaatkan teknologi akuaponik melalui penerapan probiotik pada pakan lobster air tawar dan mampu menjalankan proses budidaya sesuai SOP. Dengan begitu, di akhir pemeliharaan mereka dapat memproduksi lobster dan tanaman secara berkelanjutan,” ujarnya.
Adapun Ketua Gapoktan Bina Sejahtera, Harun Arrasyd, menyambut positif program ini. Ia menyebut kegiatan pemberdayaan sangat dibutuhkan agar anggotanya memiliki pengetahuan dan keterampilan baru, terutama terkait pemanfaatan probiotik dalam budidaya lobster air tawar dengan sistem akuaponik.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, serta kesejahteraan para petani dan pembudidaya di kelompok kami,” ungkapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga