RADAR BOGOR - Tim dosen dan mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) Bogor melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Penerapan Teknologi Hidroponik dan Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal".
Pengabdian masyarakat tim dosen dan mahasiswa Unida Bogor tersebut, dilakukan di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada 2 Agustus dan 7 September 2025.
Unida Bogor memilih Desa Cikangkung, yang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa, karena merupakan wilayah perdesaan dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian di sektor pertanian.
Meskipun memiliki potensi lahan yang luas dan sumber daya alam yang mendukung, desa ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam produksi pangan.
Ketua Tim Pengabdian, Yanyan Mulyaningsih, S.P., M.P menjelaskan bahwa permasalahan utama yang dihadapi meliputi ketergantungan pada metode pertanian tradisional, rendahnya produktivitas lahan, terbatasnya akses terhadap teknologi pertanian modern, serta dampak perubahan iklim yang menyebabkan musim tanam tidak menentu dan meningkatnya serangan hama.
Kondisi ini diperkuat dengan minimnya diversifikasi pangan dan keterbatasan akses pasar yang membuat hasil pertanian belum optimal dalam mendukung ketahanan pangan desa.
“Oleh karenanya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknik budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik, serta memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran dan manajemen produksi hidroponik agar mampu mengelola usaha pertanian secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Yanyan Mulyaningsih, S.P., M.P mengatakan, program pengabdian ini akan berlangsung hingga Desember 2025 dengan pendampingan berkelanjutan oleh mahasiswa dan dosen dari Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNIDA.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI yang telah mendanai program pengabdian ini melalui anggaran dana pengabdian tahun 2025 skema pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa.
“Semoga ilmu yang dibagikan menjadi bekal berharga sekaligus langkah awal menuju kemajuan pertanian modern yang berkelanjutan di Desa Cikangkung,” sambungnya.
Dalam kesempatan ini, dilakukan pelatihan dan pendampingan langsung kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi dan PKK Desa Cikangkung yang dilakukan oleh Tim Pengabdian melalui beberapa sesi.
Pada sesi pertama, Yanyan Mulyaningsih, S.P., MP menjelaskan mengenai Teknik Budidaya Sayuran dengan Sistem Hidroponik. Ia menegaskan bahwa hidroponik merupakan metode pertanian modern yang tidak bergantung pada tanah, melainkan memanfaatkan larutan nutrisi kaya unsur hara serta media alternatif seperti rockwool, arang sekam, atau cocopeat.
“Sistem ini dinilai efisien karena mampu menghemat penggunaan air, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta mengurangi risiko serangan penyakit. Selain itu, hidroponik dapat diterapkan di lahan sempit maupun perkotaan, sehingga menjadi solusi tepat menghadapi keterbatasan lahan dan krisis air,” terangnya.
Selanjutnya, Arti Yoesdiarti, SP., MM memaparkan strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik. Ia menekankan pentingnya pengemasan yang menarik, bersih, dan informatif sebagai identitas merek serta strategi komunikasi produk yang efektif.
Menurutnya, pemasaran tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu memanfaatkan jalur distribusi yang tepat, termasuk pemanfaatan platform digital seperti WhatsApp Business, Instagram, hingga marketplace daring.
“Profesionalisme, pelayanan prima, dan konsistensi dinilai sebagai kunci membangun kepercayaan sekaligus loyalitas konsumen,” tegasnya.
Sesi berikutnya menghadirkan Ir. Linar Humaira, MS dengan materi Manajemen Produksi Hidroponik.
Ia menekankan pentingnya perencanaan produksi yang terukur, pemilihan komoditas bernilai ekonomis, serta penerapan teknologi sederhana yang efisien.
Ia juga menggarisbawahi pengelolaan pascapanen yang higienis, strategi pemasaran adaptif, dan pencatatan keuangan yang transparan sebagai fondasi keberlanjutan usaha.
“Dengan integrasi antara aspek produksi, pemasaran, hingga keuangan, hidroponik diyakini mampu menjadi solusi pertanian yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan, termasuk di kawasan pesisir yang memiliki keterbatasan sumber daya,” tuturnya.
Sebagai penutup, Nani Yulianti, SP., M.Si memandu praktik langsung budidaya hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) bersama peserta.
Kegiatan dimulai dari penyemaian benih selada keriting dan sawi pagoda pada media rockwool, persiapan larutan nutrisi AB Mix, hingga pemindahan bibit ke instalasi hidroponik yang ditempatkan di halaman kantor Desa Cikangkung. Peserta juga mempraktikkan cara perawatan tanaman dengan mengatur pH, EC, serta menjaga kebersihan instalasi.
“Selama masa pertumbuhan, tanaman harus dirawat dengan pemberian nutrisi teratur, pengecekan pH dan EC, penyediaan cahaya matahari yang cukup, serta menjaga kebersihan instalasi agar terhindar dari lumut maupun hama. Setelah berumur sekitar 25–30 hari, sayuran daun dapat dipanen dengan cara mencabut tanaman secara utuh atau memetik daunnya sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Cikungkung, Sapudin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim dosen UNIDA yang telah melaksanakan kegiatan di Desa Cikangkung.
Ia berharap pendampingan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu KWT Srikandi dan PKK Desa Cikangkung dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan di bidang pertanian hidroponik, sehingga dapat mendukung penguatan ekonomi lokal desa.
“Harapan saya, melalui kegiatan ini, khususnya dengan adanya pendampingan dari para dosen dan mahasiswa, dapat membantu Ibu-ibu KWT dan PKK dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan, terutama di bidang pertanian hidroponik. Semoga kegiatan ini berguna untuk mendukung peningkatan ekonomi lokal di desa kita tercinta dan membawa manfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KWT Srikandi, Rina, memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
Menurutnya, kegiatan ini sangat edukatif karena mampu memperkenalkan konsep pertanian modern kepada masyarakat desa.
“Alhamdulillah, kami para anggota KWT dan PKK sangat antusias dan senang dengan kehadiran dosen dan mahasiswa dari UNIDA yang membawa semangat baru, khususnya dalam memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada kami,” ungkapnya.