Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kolaborasi dengan PT Pupuk Indonesia, PKM UNB Dorong Ketahanan Pangan Lewat Optimalisasi Penggunaan Lahan di Cariu Bogor

Alpin. • Senin, 15 September 2025 | 19:48 WIB
Mahasiswa UNB saat mengadakan PKM di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cariu, Kabupaten Bogor.
Mahasiswa UNB saat mengadakan PKM di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cariu, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cariu menjadi tuan rumah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor.

PKM UNB ini mengangkat tema Pemberdayaan Masyarakat melalui Optimasi Lahan Pertanian dengan Pemupukan Berimbang dalam Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan”.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cariu, Universitas Nusa Bangsa (UNB) dan PT Pupuk Indonesia yang melibatkan puluhan petani setempat.

Kegiatan mencakup pemeriksaan tanah, pengenalan jenis-jenis pupuk, serta pemaparan tentang faktor produktivitas tanah dan ketahanan pangan.

“Pemupukan berimbang bukan sekadar memberi pupuk, tetapi memastikan tanah mendapat unsur hara sesuai kebutuhan. Inilah kunci hasil panen meningkat tanpa merusak lingkungan,” ujar Ketua Tim Pengabdian dari UNB, Yunus Arifien.

Pemeriksaan Tanah Dan Edukasi Pupuk

Pada sesi awal, tim teknis dari Pupuk Indonesia melakukan pemeriksaan tanah di lahan sawah milik petani Cariu.

Dari hasil uji tanah sederhana, petani dapat mengetahui kandungan hara serta kebutuhan pupuk yang tepat.

Selain itu, petani juga diperkenalkan pada berbagai jenis pupuk, baik organik maupun anorganik, serta cara penggunaannya agar lebih efisien.

“Petani perlu tahu pupuk apa yang paling sesuai dengan kondisi lahan mereka. Pemahaman ini akan mengurangi biaya sekaligus meningkatkan hasil,” jelas perwakilan Pupuk Indonesia.

Unb Jelaskan Produktivitas Tanah Dan Ketahanan Pangan

Tim dosen dari Universitas Nusa Bangsa yaitu Yunus Arifien, Sari Anggarawati, dan Ratna Hasibuan serta beberapa mahasiswa memaparkan faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tanah, mulai dari ketersediaan unsur hara, pola rotasi tanam, hingga peran organik material.

Selain itu, UNB juga menekankan keterkaitan langsung antara pengelolaan lahan yang baik dengan ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan dimulai dari petani kecil. Jika mereka mampu mengoptimalkan lahan dengan pemupukan berimbang, maka pangan lokal akan terjaga,” tutur Sari Anggarawati salah satu dosen UNB.

Menuju Petani Cerdas Dan Berkelanjutan

Kepala BPP Cariu menyambut baik sinergi Universitas Nusa Bangsa dan Pupuk Indonesia ini.

“Program ini sangat bermanfaat. Petani kami jadi lebih paham cara mengelola tanah dan pupuk secara tepat. Harapannya, produktivitas meningkat dan pangan Kabupaten Bogor makin terjamin,” ucapnya.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif dan praktik lapangan, di mana petani mempelajari langsung cara menghitung dosis pupuk berimbang sesuai hasil uji tanah.

Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, Cariu diharapkan mampu menjadi model desa pertanian berkelanjutan di Kabupaten Bogor.(**)

Photo
Photo
Editor : Alpin.
#Cariu #UNB Bogor #PKM #kabupaten bogor