Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lewat Bright Canvas, Anak di Panti Darushsholihin Bogor yang Memerlukan Perlindungan Khusus Didorong Berani Mengekspresikan Diri

Yosep Awaludin • Sabtu, 20 September 2025 | 08:34 WIB
Mahasiswa IPB University melalui PKM-PM melaksanakan program Bright Canvas di Panti Darushsholihin Bogor  
Mahasiswa IPB University melalui PKM-PM melaksanakan program Bright Canvas di Panti Darushsholihin Bogor  

RADAR BOGOR – Satu dari tiga anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kekerasan menunjukkan gejala stres pascatrauma, mulai dari kecemasan hingga kesulitan mengekspresikan diri.

Kondisi serupa juga dialami anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) di Panti Darushsholihin Bogor, yang selama ini lebih banyak diam atau bingung menyalurkan perasaan mereka.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Bright Canvas hadir sebagai ruang aman yang mengubah diam menjadi cerita lewat kanvas, warna, dan permainan kreatif.

Program ini digagas mahasiswa IPB University melalui PKM-PM untuk membuka ruang ekspresi sekaligus menguatkan kecerdasan spasial anak.

Dengan pendekatan Kolb’s Experiential Learning, anak-anak belajar melalui pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas seni sesuai tahap usia mereka.

Hingga kini, Bright Canvas sudah terlaksana separuh dari tahap program yang dirancang. Anak-anak mulai diperkenalkan dengan kegiatan sederhana, seperti menggambar emosi harian hingga membuat karya visual yang mencerminkan identitas diri.

Aktivitas ini bukan hanya melatih keberanian untuk bercerita, tetapi juga mengasah kemampuan spasial mereka dalam memahami bagaimana bentuk, ruang, dan simbol visual sebagai media komunikasi.

“Banyak dari mereka yang awalnya hanya coret-coret tanpa arah, sekarang mulai bisa menjelaskan makna di balik gambar dan memilih warna sesuai perasaan. Itu langkah kecil untuk mengenal diri sekaligus melatih berpikir spasial,” ujar Rajwa, ketua tim Bright Canvas.

Selain menggambar, tim Bright Canvas juga menambahkan metode interaktif seperti mood check-in board, di mana anak-anak menempelkan stiker warna sesuai dengan perasaan mereka saat itu.

Cara sederhana ini terbukti membantu fasilitator memahami kondisi emosional anak sebelum memulai kegiatan.

Ada pula game card berupa kartu truth or dare yang berisi pertanyaan reflektif dan tantangan terkait kecerdasan spasial, sehingga anak terdorong untuk berani bercerita sekaligus berpikir kreatif.

Setiap karya yang dihasilkan tidak berhenti pada gambar semata, tetapi juga disertai narasi singkat di baliknya.

Hal ini melatih anak untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman pribadi dalam bentuk yang lebih utuh.

Program ini nantinya masih akan berlanjut ke fase-fase yang lebih kompleks, seperti membuat clay, menyusun miniatur ruang impian, hingga eksperimen seni berbasis warna.

Melalui tahapan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak mengekspresikan diri, tetapi juga membangun keterampilan berpikir spasial secara bertahap dari bentuk sederhana 2D menuju struktur 3D yang lebih imajinatif.

Ketua tim menegaskan, kecerdasan spasial penting karena bukan hanya soal seni, tapi juga kemampuan anak memahami hubungan ruang, proporsi, dan bentuk. "Itu bisa jadi bekal untuk kehidupan mereka di masa depan,” katanya.

Meski baru berjalan setengah, Bright Canvas sudah menunjukkan dampak awal yang positif. Anak-anak yang sebelumnya pendiam mulai berani menceritakan perasaan melalui gambar, dan beberapa bahkan tampak lebih percaya diri ketika diminta menjelaskan karyanya.

Program ini direncanakan ditutup dengan pentas seni dan pameran karya, di mana setiap anak akan menampilkan hasil kreativitasnya sebagai bukti nyata keberanian mereka dalam berekspresi dan berpikir visual.

Dengan dukungan berkelanjutan, Bright Canvas diharapkan tidak hanya menjadi ruang aman untuk ekspresi diri, tetapi juga menjadi cara baru untuk menguatkan kecerdasan spasial AMPK.

Pendekatan ini membuktikan bahwa pendidikan bisa berjalan lebih humanis, menyentuh sisi emosional sekaligus kognitif, sehingga anak-anak tumbuh bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara emosional dan kreatif. (***)

OPERASI: Bupati Batola Bahrul Ilmi, Manajemen PT Adaro Indonesia dan YABN mengunjungi para pasien yang mengikuti operasi.
OPERASI: Bupati Batola Bahrul Ilmi, Manajemen PT Adaro Indonesia dan YABN mengunjungi para pasien yang mengikuti operasi.
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#bogor #anak #ipb university