RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten Paser Kalimantan Timur menerima audiensi Tim Ekspedisi Patriot IPB University Bogor yang juga melibatkan Universitas Indonesia dan ITS, di Kantor Bupati Paser, 8 September 2025.
Pertemuan ini menjadi awal kolaborasi akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk pembangunan kawasan transmigrasi.
Ekspedisi Patriot merupakan program Kementerian Transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi di Indonesia. Program ini mengintegrasikan lahan, rumah, sumber daya manusia, serta manajemen, investasi, inovasi, teknologi, dan keberlanjutan.
Asisten Pemerintahan Paser Romif Erwinadi menyampaikan dukungan penuh Pemkab Paser, mahasiswa diharapkan memberikan solusi bagi pemerintah, terutama menghadapi penolakan sosial terhadap transmigrasi.
“Hasil kajian diharapkan berdampak nyata bagi masyarakat dan menjadi bahan arah kerja pemerintah daerah,” ujarnya.
Kabid Transmigrasi Juhaeni menilai program ini tepat sasaran, mereka pun akan membantu semaksimal mungkin termasuk dalam penyediaan data.
“Dinas kesehatan dan Bappeda perlu mendukung penuh, terutama dalam penyediaan data,” ujar Juhaeni.
Ketua Tim IPB, Doni Sahat Tua Manalu, menjelaskan tim telah melakukan pembagian tugas riset dalam hal ini ITS memetakan wilayah, IPB menentukan komoditas unggulan, dan Universitas Indonesia mengembangkan kelembagaan.
"Kami berterima kasih atas dukungan Pemkab Paser semoga riset ini bisa bermanfaat bagi daerah,” ujar Doni.
Mereka pun menyoroti potensi unggulan Paser, termasuk ecoprint, kelengkeng, dan kopi di kawasan Batu Engau, produk ini diharapkan mendorong ekonomi desa dan ekonomi kreatif masyarakat.
"Fokus kami adalah kawasan Transmigrasi Kerang di Kabupaten Paser ini," ungkapnya.
Mereka yakin dengan adanya riset ini bisa menjadi dasar kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (uma)