RADAR BOGOR – Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA 2025 bertema “Pelatihan Bercocok Tanam di Lahan Sempit”, Jumat 26 September 2025.
Kegiatan berlangsung di Gedung Sekolah Inklusi Sinar Indonesia, Jalan Kukupu No. 72A, Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Pelatihan diikuti guru, staf, dan orang tua siswa. Mereka diperkenalkan metode urban farming menggunakan media hydrogel dan sistem vertikultur.
Program ini diketuai Doni Sahat Tua Manalu, dosen Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB, bersama tim dosen, asisten lapang, alumni, dan mahasiswa.
Menurut Doni, kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat 2025 dengan judul proposal “Mewujudkan Indonesia Emas 2045: Menumbuhkan Semangat Petani Muda Sedini Mungkin pada Siswa di Sekolah Inklusi Sinar Indonesia”.
Tujuannya memberikan pemahaman dan keterampilan praktik bercocok tanam ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Ini juga bentuk kontribusi IPB dalam mendukung pendidikan inklusif,” jelasnya.
Kepala TK Sinar Indonesia, Dian Nur Oktaviani, menyambut positif program tersebut.
Dia menilai kegiatan ini membuka wawasan baru tentang cara bertani.
“Kami jadi tahu bertani tidak harus selalu di sawah. Dari sini kami paham ketahanan pangan dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan, lalu terakumulasi menjadi ketahanan pangan negara,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh Henny Rusmiyati, dosen Program Studi Teknologi Industri Benih.
Dia memaparkan teknik bercocok tanam dengan media hydrogel serta praktik vertikultur.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan semangat bercocok tanam sejak dini, sekaligus menumbuhkan jiwa petani muda. Kita ajarkan bahwa bertani itu menyenangkan,” kata Henny.
Harries Marithasari menambahkan, pengetahuan yang diberikan akan menjadi bekal bagi guru, staf, dan orang tua.
Dengan memahami praktik hidrogel dan vertikultur, pelatihan berikutnya akan lebih mudah diterapkan bersama siswa.
"Ini menjadi bekal awal dalam meningkatkan pengetahuan soal pertanian modern," ujarnya. (uma)