RADAR BOGOR - Wilayah Kota Bogor, bakal segera memiliki gedung SMA negeri atau SMK baru.
Sudah ada tiga tempat yang disebut-sebut akan menjadi lokasi Gedung SMA/SMK di Kota Bogor tersebut.
Pertama lokasinya berada di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Luasannya mencapai 5.327 meter.
Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan lokasi tersebut dinilai sangat ideal.
Sebab lahannya berada dekat dengan jalan raya. Sehingga memudahkan mobilitas civitas akademik nantinya.
“Hasil analisis Badan Informasi Geosapasial (BIG) lokasi di Kelurahan Kayumanis ini memenuhi banyak kriteria untuk dibangun USB SMA/ SMK Negeri. InsyaAllah, pas untuk SMA Negeri 11 Kota Bogor,” terang Rudy.
Titik berikutnya berada di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Lokasi ini berhadapan percis dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) Villa Duta. Luas lahan mencapai 6.330 meter.
Namun Rudy menerangkan terdapat beberapa catatan jika gedung SMA baru dibangun di lokasi tersebut.
Salah satunya akses jalan yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan beroda dua.
“Teman-teman KCD memberikan catatan soal akses jika di lokasi ini dijadikan SMA/ SMK Negeri. Nanti, kita akan diskusikan secara khusus,” papar Rudy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/9/2025) pagi.
Lokasi terakhir berada di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Luas lahannya mencapai 8.900 meter.
Titik ini dinilai memiliki nilai plus. Sebab lokasinya bersebrangan dengan Gedung Olaharga Masyarakat (GOM).
“Lokasi ini memiliki nilai plus karena sudah memiliki kawasan olahraga terpadu yang nanti bisa dimanfaatkan oleh peserta didik SMA/ SMK Negeri baru,” beber Rudy pada Radar Bogor.
Tiga calon lokasi tersebut, digaransi Rudy, bakal segera disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
Tujuannya agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Rudy berpandangan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di Kota Bogor sudah menjadi kebutuhan mendesak.
Sebab hingga saat ini hanya ada 10 SMA dan 4 SMK negeri di wilayahnya. Masing-masing memiliki daya tampung 5.148 peserta didik.
“Ini jauh dari ideal jika dibandingkan dengan jumlah peserta didik yang duduk di kelas 3 SMP Negeri dan SMP Swasta yang rata-rata pertahunnya mencapai 13.661 peserta didik. Ketimpangan ini yang telah melahirkan masalah tahunan di SPMB,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bogor, disebut Rudy, sudah tiga kali mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Barat terkait penting atau urgent-nya USB SMA/ SMK Negeri di Kota Bogor.
“Alhamdulilah harapan warga Kota Bogor telah direspon dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam tahun anggaran 2026. Semoga kehadiran USB SMA/ SMK Negeri di Kota Bogor dapat berperan meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kota Bogor yang sampai sekarang masih di angka 10,71 tahun,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.