RADAR BOGOR - SMK Kehutanan Bakti Rimba melakukan kolaborasi dengan SEAMEO BIOTROP. Kolaborasi dilakukan lewat program kunjungan lapangan dalam upaya meningkatkan wawasan dan pengalaman langsung tentang dunia kerja dan industri serta mengembangkan keterampilan praktis dan professional.
Kepala SMK Kehutanan Bakti Rimba Ribai mengatakan kolaborasi yang terbangun antara antara SMK Kehutanan Bakti Rimba dan SEAMEO BIOTROP menjadi bentuk komitmen pihaknya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
"Khususnya pada kompetensi pelestarian keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan,” ujar Ribai.
SEAMEO BIOTROP menjadi lokasi kunjungan lapangan para siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba dengan Jurusan Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan.
Sebanyak 35 siswa dan 2 guru pendamping mengikuti kegiatan tersebut dan mereka tampak semangat dan antusias terlebih jelas saat mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan.
Rombongan disambut hangat di Gedung Matoa SEAMEO Biotrop sebelum memulai rangkaian kegiatan yang diliputi suasana penuh semangat. Para siswa antusias ingin mengenal lebih dekat berbagai inovasi budidaya dan penelitian yang ada di kawasan tersebut.
Pada kunjungan kali ini, siswa juga diajak menelusuri beberapa area unggulan, seperti hidroponik, akuaponik dan budidaya ikan konsumsi, hingga laboratorium akuatik yang memamerkan budidaya ikan hias dan lobster air tawar.
Tak hanya itu, mereka juga mendapat kesempatan melihat langsung stingless bee garden sebagai pusat budidaya madu lebah tanpa sengat, serta area budidaya jamur tiram yang menjadi salah satu komoditas pangan populer.
Baca Juga: SMK Kehutanan Bakti Rimba dan YIARI Laksanakan Eco Class, Tingkatkan Perlindungan Satwa Liar
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para pemandu, mereka ingin tahu lebih banyak tentang berbagai jenis tanaman dan teknik budidaya, serta upaya yang dilakukan untuk melestarikannya.
Rasa ingin tahu ini menunjukkan rasa cinta dan kepedulian mereka terhadap alam dan kegiatan laly ditutup dengan kunjungan ke laboratorium kultur jaringan, yang mana siswa diperkenalkan pada teknik pengembangan tanaman melalui teknologi modern.
Lewat rangkaian kegiatan ini para siswa diharapkan bisa mendapat wawasan baru tentang pentingnya inovasi di bidang biologi tropis serta menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu SMK Kehutanan Bakti Rimba merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pengelolaan Sumber Daya Alam Tahun 2013 dengan dua jurusan yakni Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan serta Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan.
Hingga saat ini SMK Kehutanan Bakti Rimba sudah meluluskan siswa sebanyak 484 alumni atau 10 angkatan dan tersebar telah bekerja dari Sumatera sampai Papua.
Para alumni SMK Kehutanan Bakti Rimba juga bekerja pada instansi pemerintah maupun perusahaan swasta, seperti Kepolisian RI, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Kehutanan, BUMN, Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) serta Perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua.
Tak hanya itu para lulusan SMK Kehutanan Bakti Rimba juga berwirausaha di bidang agropreneur dan foodpreneur.
Di sisi lain, para alumni SMK Kehutanan Bakti Rimba telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri sebanyak yang tersebar di IPB University, Institut Teknologi Sumatera (ITS), Universitas Sebelas Maret, Universitas Lampung, dan lain-lain.
Editor : Eka Rahmawati