Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sekolah Inklusi Layak Dapat Makan Bergizi Gratis yang Aman, YIPB Gandeng Grab dan Ovo

Muhammad Ruri Ariatullah • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:09 WIB
YIPB kerja sama dengan Grab-OVO melakukan inspeksi berkala untuk menjamin standar keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten.
YIPB kerja sama dengan Grab-OVO melakukan inspeksi berkala untuk menjamin standar keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten.

RADAR BOGOR - Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bekerja sama dengan Grab dan OVO melakukan inspeksi berkala demi menjamin standar keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten.

Program Corporate Social and Responsibility (CSR) yang digagas oleh YIPB dan Grab-OVO, sudah melayani 18 Sekolah Khusus (SKh) negeri dan swasta di lima kota/kabupaten se-Banten.

Terdiri dari Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Berjalan sejak April 2025, dengan melibatkan 12 pelaku UMKM termasuk dapur kantin sekolah. Ditujukan untuk melayani lebih dari 2.200 anak-anak berkebutuhan khusus dan guru.

Adapun YIPB sebagai mitra pengelola program ini, melakukan kunjungan ke beberapa titik. Antara lain UMKM Omah Kulina untuk menginspeksi kebersihan dapur dan standar operasional penyediaan makanan. Kemudian dilanjutkan kunjungan ke Skh Assalam 01 dan 02 sebagai salah satu penerima manfaat. Terakhir menyambangi MBG Command Center di kantor GrabSupport di Jakarta Selatan.

Selain pengurus YIPB, kegiatan ini turut dihadiri oleh Karaniya Dharmasaputra selaku Presiden Direktur OVO dan Kertapradana selaku Director, ID Commercial, Strategic Partnership and Multimoda, Grab Indonesia

Ketua pelaksana Harian YIPB, Cahaya Manthovani mengatakan, sinergi pihaknya dengan Grab-OVO ini telah berjalan dengan baik.

"Ini bukti bahwa hubungan antara sektor publik dan swasta dapat menghasilkan solusi, untuk menjamin pemberian makanan sehat dan bergizi guna mendukung anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Cahaya, Kamis, 2 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, bahwa program MBG Swasta ini dirancang memiliki pengawasan standar gizi dan tata kelola end-to-end secara digital, hal ini untuk memastikan asupan nutrisi tetap terjaga.

“Banyak dari siswa berkebutuhan khusus memiliki pantangan makanan tertentu, jadi penting bagi kami memastikan makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tapi juga aman, bersih, dan sesuai kebutuhan,” tutur Cahaya.

Sementara itu, Ketua Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari, menambahkan jika inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong pihak swasta serta pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital, dapat didorong pemerintah untuk menunjang program-program strategis nasional di bidang gizi dan ketahanan pangan.

“Kehadiran inisiatif MBG swasta ini kiranya dapat dipertimbangkan sebagai salah satu model pelengkap yang telah selama ini diterapkan pemerintah, dan bisa direplikasi di berbagai program bantuan sosial lainnya di Indonesia.”

Adapun Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi menerangkan bahwa program MBG ini dirancang dengan tiga pilar utama. Pertama, pemanfaatan teknologi untuk proses yang lebih mudah dan transparan dengan membangun sistem distribusi makanan bergizi yang efisien dan real-time melalui aplikasi dan teknologi Grab.

Kedua, penerapan protokol standar keamanan, kebersihan, dan gizi makanan berdasarkan rekomendasi ahli gizi dan Dinas Kesehatan setempat dengan mengacu pada standar Badan Gizi Nasional (BGN). Serta, pemanfaatan command center berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau secara real-time proses dan protokol penyediaan makanan.

“Dan pilar terakhir, pemberdayaan mitra UMKM dan kantin sekolah untuk menciptakan dampak ekonomi yang positif secara langsung di level ekonomi lokal,” sebutnya. (rur)

Editor : Eka Rahmawati
#Makan Bergizi Gratis #sekolah inklusi #YIPB