RADAR BOGOR - Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) berupa penyerahan prototype Virtual Tour dan Augmented Reality (AR) AEWO Mulyaharja, Bogor Selatan pada 1 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya transformasi desa digital yang bertujuan untuk memperkuat daya tarik wisata, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan literasi digital di AEWO Mulyaharja.
Kegiatan PPM tahun ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yang telah menghasilkan website Desa Wisata Mulyaharja (wisatamulyaharja.com) sebagai media promosi wisata berbasis digital.
Melalui pengembangan Virtual Tour 360° dan Augmented Reality, wisatawan kini dapat menjelajahi destinasi wisata Mulyaharja secara virtual sekaligus memperoleh pengalaman interaktif melalui teknologi AR.
Acara penyerahan prototype dihadiri oleh penyuluh pertanian Kelurahan Mulyaharja serta staf pengelola AEWO, yang menjadi mitra penting dalam pengelolaan dan pengembangan desa wisata.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung konsep desa wisata berbasis teknologi.
Sebagai tindak lanjut, tim IPB University akan menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Virtual Tour and AR, serta pelatihan digital marketing berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dijadwalkan pada akhir Oktober 2025.
Pelatihan ini ditujukan bagi pengelola desa wisata dan pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal.
“Program ini diharapkan dapat menjadi model implementasi transformasi digital desa wisata, tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal,” ungkap Muhammad Nasir, S.T., M.Kom., selaku ketua tim pelaksana.
Dengan adanya inovasi Virtual Tour dan Augmented Reality ini, Desa Wisata Mulyaharja diharapkan dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh pengembangan Smart Village di Indonesia. (***)
Editor : Yosep Awaludin