RADAR BOGOR - IPB University kembali melahirkan inovasi baru. Kali ini, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Dr. Yuni Puji Hastuti, berhasil mengembangkan probiotik khusus bernama Super Denox.
Produk Super Denox dari IPB University ini dirancang untuk menjaga kualitas air tambak udang agar lebih sehat dan produktif.
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, mengaku bangga dengan temuan ini. Ia menyebut Super Denox sebagai langkah penting karena sebelumnya produk serupa masih mengandalkan impor.
“Sekarang bisa diproduksi sendiri oleh inovator IPB, bahkan sudah digunakan di 12 provinsi,” ujarnya.
Menurut Prof. Arif, produk Super Denox ini memberi dampak besar terhadap peningkatan produksi udang di dalam negeri.
Dr. Yuni menjelaskan, Super Denox bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal Indonesia.
Mikroba ini berperan dalam proses nitrifikasi dan denitrifikasi, sehingga bisa mengendalikan zat berbahaya seperti amonia dan nitrit sekaligus menyeimbangkan kadar nitrat dalam tambak.
Selain itu, timnya juga tengah mengembangkan probiotik berbasis bakteri heterotrof dan antibakteri patogen untuk mengatasi masalah vibrio, salah satu penyakit yang sering menyerang udang.
Latar belakang lahirnya Super Denox tak lepas dari masalah klasik di sektor akuakultur, yakni penumpukan limbah nitrogen yang bisa membuat udang stres bahkan mati. Kondisi ini juga mengganggu keseimbangan ekosistem bakteri di tambak.
Di sisi lain, produk impor yang biasa dipakai sering kali mahal dan kurang sesuai dengan kondisi lokal.
Hal itulah yang mendorong Dr. Yuni menghadirkan solusi probiotik berbasis mikroba lokal yang lebih terjangkau dan adaptif.
Keunggulan utama Super Denox adalah penggunaan bakteri asli dari laut Indonesia. Produk ini juga dibuat dengan bahan pembawa yang sebagian besar diproduksi di dalam negeri. Dengan begitu, probiotik ini bisa bertahan optimal di kondisi tambak tropis Indonesia.
Tak hanya itu, Super Denox mampu mereduksi nitrit hingga 95 persen. Formulasinya dilengkapi dengan nutrisi pendukung yang membuat kerja bakteri lebih efektif, tetap aman untuk lingkungan, dan tidak meninggalkan residu berbahaya.
Efisiensi biaya menjadi nilai tambah lain dari produk ini. Berdasarkan uji lapangan, Super Denox terbukti membantu menjaga kualitas air tambak sekaligus meningkatkan kelangsungan hidup udang.
Kini, produk ini terus dikembangkan dengan pendekatan biopresisi, yakni menyesuaikan probiotik berdasarkan hasil pemantauan kualitas air secara real time. Dengan begitu, penggunaannya lebih tepat sasaran dan adaptif.
Dr. Yuni berharap Super Denox bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan tambak udang di Indonesia.
“Dengan sudah dipakai di 12 provinsi, semoga ke depan makin banyak petambak yang terbantu untuk meningkatkan produktivitas dengan cara yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa inovasi IPB University berbasis mikroorganisme lokal punya potensi besar untuk menggantikan produk impor sekaligus memperkuat kemandirian sektor akuakultur nasional. (Raul/BSI)
Editor : Yosep Awaludin