Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IPB University Perkenalkan Inovasi Baru, AQIMOS Alat Pemantau Kualitas Udara Cepat dan Hemat

Yosep Awaludin • Minggu, 5 Oktober 2025 | 12:20 WIB
Peneliti IPB University saat memperkenalkan AQIMOS alat untuk memantau kualitas udara secara real-time dengan cara yang lebih cepat, praktis, dan ekonomis dibandingkan perangkat konvensional.
Peneliti IPB University saat memperkenalkan AQIMOS alat untuk memantau kualitas udara secara real-time dengan cara yang lebih cepat, praktis, dan ekonomis dibandingkan perangkat konvensional.

RADAR BOGOR - Tim peneliti dari IPB University memperkenalkan inovasi baru bernama Air Quality IPB Monitoring System atau AQIMOS.

AQIMOS dirancang untuk memantau kualitas udara secara real-time dengan cara yang lebih cepat, praktis, dan ekonomis dibandingkan perangkat konvensional.

AQIMOS tersedia dalam dua bentuk, yaitu statis dan portable. Kehadirannya diharapkan bisa membantu pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menjadi lebih efektif di berbagai lokasi.

Menurut ketua tim peneliti, Prof. Arief Sabdo Yuwono, AQIMOS mampu memangkas waktu pelaporan kualitas udara yang biasanya memakan waktu 24 jam menjadi hanya sekitar 1,6 menit.

“Alat ukur ISPU yang biasa digunakan di Indonesia hasilnya baru keluar setelah 24 jam. Itu terlalu lama karena menyangkut gas-gas pencemar udara. Dengan AQIMOS, hasil bisa diperoleh jauh lebih cepat,” ujarnya.

Inovasi ini lahir dari riset lintas fakultas yang dilakukan Prof. Arief bersama Prof. Husin Alatas dan Dr. Rady Purbakawaca dari Departemen Fisika, FMIPA IPB University.

Penelitian dilakukan bertahun-tahun hingga akhirnya berhasil menciptakan sistem baru yang lebih efisien.

Mereka mengembangkan sensor, sistem pengolahan data, hingga metode pelaporan agar hasilnya bisa disajikan hanya dalam hitungan menit.

AQIMOS dilengkapi berbagai sensor canggih untuk mengukur partikel udara berukuran sangat kecil (PM2.5 dan PM10), serta gas pencemar seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), ozon (O₃), dan hidrokarbon (HC).

Tak hanya itu, alat ini juga bisa mencatat suhu udara, kelembapan, tekanan, intensitas cahaya, arah dan kecepatan angin, hingga curah hujan.

Berbeda dengan sistem lama yang membutuhkan pengambilan sampel udara untuk dianalisis di laboratorium, AQIMOS bisa langsung menganalisis udara di dalam perangkat. Hasilnya otomatis keluar dalam waktu singkat.

Prof. Arief menjelaskan, semua parameter yang diuji sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Hanya dalam 1,6 menit, alat ini sudah bisa menyajikan hasilnya,” katanya.

Kelebihan lain, AQIMOS juga terkoneksi dengan aplikasi yang dapat diakses lewat ponsel atau komputer.

Dengan begitu, hasil pemantauan bisa dilihat secara real-time, baik di lokasi sensor maupun dari jarak jauh.

Dari sisi mobilitas, alat ini juga unggul karena bersifat portable, bisa dipindahkan dengan mudah, menggunakan panel surya sebagai sumber energi, dan harganya lebih terjangkau dibanding perangkat ISPU konvensional.

Prof. Arief berharap, kehadiran AQIMOS bisa membantu pemerintah maupun masyarakat untuk lebih cepat mengambil langkah mitigasi terhadap dampak polusi udara, sehingga penanganannya bisa lebih tepat sasaran. (Raul/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#AQIMOS #kualitas udara #ipb university