Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cegah Sapi Perah Stres Akibat Panas, Dosen IPB University Ciptakan Alat Canggih Bernama D-Ruminansia

Yosep Awaludin • Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Perangkat D-Ruminansia karya dosen IPB University yang berfungsi memantau kondisi mikroklimat kandang sapi perah secara real-time.
Perangkat D-Ruminansia karya dosen IPB University yang berfungsi memantau kondisi mikroklimat kandang sapi perah secara real-time.

RADAR BOGOR - Dua inovator dari IPB University, Dr Iyep Komala dan Dr Mohammad Fayruz, berhasil menghadirkan solusi atas masalah heat stress atau stres panas yang sering dialami sapi, khususnya sapi perah. Inovasi tersebut diberi nama D-Ruminansia.

“Heat stress merupakan masalah umum di peternakan sapi perah yang berdampak besar terhadap penurunan produktivitas dan kualitas susu,” ujar Dr Iyep dalam acara Launching Hasil Penelitian Unggulan yang digelar di Kampus IPB Dramaga.

Menurutnya, inovasi alat cegah heat stress pada sapi perah ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya produksi dan kualitas susu dalam negeri, yang menyebabkan Indonesia masih mengimpor hingga 82 persen kebutuhan susu nasional.

Dr Iyep menjelaskan, sapi perah sangat sensitif terhadap suhu tinggi. Ketika suhu dan kelembapan lingkungan melebihi batas kemampuan tubuhnya untuk menyesuaikan diri, sapi akan mengalami stres panas. Kondisi ini sangat merugikan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia.

Dampak heat stress cukup serius mulai dari penurunan produksi susu sebesar 10–25 persen, penurunan nafsu makan, gangguan reproduksi, hingga penurunan daya tahan tubuh. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak.

“Selama ini, pemantauan kondisi mikroklimat kandang masih dilakukan secara manual dan tidak rutin. Padahal, belum ada alat yang bisa memantau kondisi tersebut secara real-time atau jarak jauh,” tambahnya.

Melihat celah itu, tim peneliti IPB University pun mengembangkan D-Ruminansia, alat pemantau otomatis berbasis Internet of Things (IoT).

Perangkat ini dapat mendeteksi tingkat stres panas pada sapi perah dengan menghitung Temperature Humidity Index (THI) secara otomatis.

“Alat ini mampu mengukur suhu, kelembapan, kecepatan angin, kadar amoniak, intensitas cahaya, hingga THI secara real-time selama 24 jam. Data tersebut bisa diakses langsung lewat situs atau aplikasi D-Ruminansia di ponsel maupun komputer,” jelas Dr Iyep.

Tak hanya itu, alat ini juga dilengkapi kamera pemantau perilaku sapi, sehingga peternak dapat melihat tingkat kenyamanan dan aktivitas ternaknya kapan saja.

Keunggulan lain, D-Ruminansia telah menggunakan teknologi dual jaringan NB-IoT dan IP Based dengan perangkat Raspberry Pi.

Inovasi ini juga sudah memiliki hak cipta, hak merek, serta bersertifikat TKT-9 (tahap kesiapan teknologi tertinggi).

“Selain itu, alat ini juga memiliki sistem peringatan otomatis, terintegrasi dengan sistem kontrol dan manajemen, ramah lingkungan, dan bisa membantu menentukan lokasi terbaik untuk peternakan berdasarkan kondisi mikroklimat,” ujarnya.

D-Ruminansia telah diuji di beberapa lokasi, seperti Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor, Kelompok Ternak Mandiri Sejahtera Cijeruk, Kansas Ranch KUNAK, peternakan sapi perah Pondok Ranggon Jakarta Timur, serta UPTD Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Pakan Ternak Cikole Lembang.

Alat ini dijual dengan harga Rp35 juta dan dapat diakses melalui situs d-ruminansia.com atau lewat aplikasi di smartphone.

Kedepannya, D-Ruminansia akan dilengkapi fitur kontrol otomatis untuk kipas, pemanas, dan pendingin agar sapi tetap nyaman dalam kondisi apa pun.

Dr Iyep berharap, kehadiran inovasi ini dapat membantu peternak mengelola kandang lebih efisien, meningkatkan produktivitas susu, sekaligus menjaga kesejahteraan hewan dengan pemantauan lingkungan yang lebih akurat dan real-time. (Raul/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#sapi perah #stres panas #ipb university