Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peneliti IPB University Ciptakan Alat Cek Anemia Tanpa Tusuk Jarum, Bisa Digunakan untuk Pencegahan Stunting

Yosep Awaludin • Jumat, 10 Oktober 2025 | 21:20 WIB
Tesena Non Invasif Hb Check, alat pendeteksi anemia tanpa tusuk jarum hasil inovasi Prof Irzaman dan tim peneliti IPB University.
Tesena Non Invasif Hb Check, alat pendeteksi anemia tanpa tusuk jarum hasil inovasi Prof Irzaman dan tim peneliti IPB University.

RADAR BOGOR - Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari batas normal. Kondisi ini sering membuat tubuh terasa lemas, mudah lelah, dan bisa menurunkan kualitas hidup jika tidak segera ditangani.

Karena itu, deteksi anemia sejak dini sangat penting agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat. Biasanya, pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan dengan cara invasif, yaitu mengambil sampel darah melalui tusukan jarum.

Metode pemeriksaan anemia ini memang cukup akurat, tapi tidak sedikit orang yang merasa tidak nyaman bahkan takut saat darahnya diambil.

Melihat hal itu, Guru Besar IPB University, Prof Irzaman bersama tim peneliti berinisiatif membuat alat pendeteksi kadar hemoglobin tanpa jarum sama sekali.

Alat ini disebut Tesena Non Invasif Hb Check, dan dikembangkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta PT Tesena Inovindo.

Menurut Prof Irzaman, alat ini dibuat untuk mengurangi rasa trauma yang sering dialami pasien saat pengambilan darah.

“Banyak pasien yang takut karena proses pengambilan darah terasa menyakitkan. Dengan alat ini, pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat dan tanpa rasa sakit,” ujarnya di Kampus IPB Dramaga.

Cara kerja alat ini cukup sederhana. Pengguna hanya perlu menyorotkan cahaya ke bagian tubuh tertentu.

Cahaya itu akan diserap oleh darah, lalu sistem alat membaca karakteristiknya untuk menentukan kadar hemoglobin.

“Teknologi cahaya yang kami gunakan sudah terbukti cukup akurat dan hasilnya bisa langsung terlihat secara real time,” jelas Prof Irzaman.

Ia menambahkan, hasilnya bisa langsung diketahui dalam hitungan detik, berbeda dengan metode laboratorium yang memerlukan proses pengambilan darah dan waktu tunggu.

Keunggulan lain dari alat ini ada pada sistem pengolah datanya. Setelah penyinaran dilakukan, data hasil tangkapan cahaya diolah menggunakan teknologi machine learning dan transformasi cepat. Kombinasi keduanya membuat hasil pengukuran lebih akurat dan presisi.

Prof Irzaman mengatakan, Tesena Non Invasif Hb Check bisa dimanfaatkan di berbagai fasilitas kesehatan untuk mempercepat proses skrining anemia.

Bahkan ke depannya, alat ini akan dikembangkan agar bisa digunakan secara mandiri oleh masyarakat.

“Bayangkan nanti orang bisa cek kadar hemoglobin di rumah sendiri tanpa harus ke lab atau ditusuk jarum. Cukup dengan alat ini, hasilnya langsung keluar,” tambahnya.

Selain untuk deteksi anemia, alat ini juga diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia.

Pasalnya, salah satu penyebab stunting adalah kekurangan zat gizi sejak masa kehamilan, yang bisa dideteksi lebih awal lewat kadar hemoglobin.

Prof Irzaman berharap, alat ini nantinya bisa digunakan secara luas di puskesmas dan oleh tenaga kesehatan di berbagai daerah.

“Kalau bisa dimanfaatkan sejak awal, alat ini akan sangat membantu mendeteksi risiko anemia pada ibu hamil maupun calon ibu,” katanya.

Dengan teknologi yang mudah digunakan, cepat, dan hasilnya bisa diandalkan, inovasi ini menjadi langkah nyata IPB University dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui riset dan teknologi.

Kolaborasi antara IPB University, PT Tesena Inovindo, dan BRIN ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengembangan alat kesehatan berbasis teknologi dalam negeri yang efisien dan ramah pengguna.

Prof Irzaman menegaskan, misi utama dari pengembangan alat anemia ini adalah agar setiap orang bisa memantau kesehatannya tanpa rasa takut dan dengan cara yang lebih praktis. (Raul/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#anemia #hemoglobin #ipb university