Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cegah Ikan Mati Massal, Mahasiswa IPB University Bikin Alat Canggih Bernama U-Buoy Sebagai Alat Peringatan Dini

Yosep Awaludin • Jumat, 10 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Tim mahasiswa IPB University saat melakukan uji coba alat U-Buoy, inovasi sistem peringatan dini untuk mencegah kematian massal ikan di perairan seperti Danau Cirata.
Tim mahasiswa IPB University saat melakukan uji coba alat U-Buoy, inovasi sistem peringatan dini untuk mencegah kematian massal ikan di perairan seperti Danau Cirata.

RADAR BOGOR - Cuaca ekstrem belakangan ini semakin sering menimbulkan dampak besar pada sektor perikanan. Salah satu contohnya adalah kematian massal ikan di Danau Cirata, Jawa Barat.

Fenomena ini disebabkan oleh upwelling, yaitu naiknya massa air dari lapisan bawah ke permukaan yang membawa zat beracun dan membuat ikan keracunan lalu mati.

Kejadian ini menjadi perhatian serius, terutama bagi para pembudi daya ikan yang mengalami kerugian besar setiap kali peristiwa tersebut terjadi.

Melihat masalah itu, sekelompok mahasiswa IPB University dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), menciptakan alat bernama U-Buoy.

U-Buoy dikembangkan sebagai solusi inovatif untuk membantu mencegah kematian massal ikan akibat upwelling.

Alat ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang bisa mendeteksi perubahan kondisi lingkungan di perairan secara real time.

“U-Buoy dilengkapi sensor untuk memantau suhu udara, suhu permukaan air, dan suhu di dasar perairan. Data yang dikumpulkan membantu mendeteksi potensi terjadinya upwelling lebih cepat,” jelas Rizkian Wahid Saputra, ketua tim pengembang U-Buoy.

Menurut Rizkian, data suhu tersebut juga penting untuk memahami kondisi ideal bagi kehidupan biota air dan proses alami seperti eutrofikasi, peningkatan kadar nutrien yang berlebih di perairan.

Kematian ikan sering kali terjadi karena perubahan kondisi perairan tidak terpantau tepat waktu. Keunggulan utama U-Buoy adalah kemampuannya memberi peringatan dini sebelum kondisi lingkungan berubah ekstrem.

“Dengan alat ini, para pembudi daya bisa segera mengambil tindakan sebelum ikan mereka mati massal. Dampaknya, kerugian ekonomi bisa ditekan secara signifikan,” katanya.

U-Buoy merupakan hasil karya tim mahasiswa IPB University dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovatif (PKM-KI).

Tim ini terdiri dari Rizkian Wahid Saputra, Iffa Purnama, Nabilla Aishi, dan Tito Dzullyardana dengan bimbingan dari Muhammad Iqbal, SPi, MSi.

Iqbal menjelaskan bahwa selama ini pembudi daya ikan di Danau Cirata hanya mengukur kondisi air sesekali, bukan secara berkala. Hal itu membuat mereka sulit memantau perubahan lingkungan yang cepat.

“U-Buoy bisa menjadi alat pemantau yang bekerja terus-menerus. Dengan begitu, pembudi daya bisa tahu lebih cepat kapan kondisi perairan mulai tidak stabil dan segera bertindak,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Asep Guntara, salah satu pembudi daya ikan di Danau Cirata yang ikut menguji alat ini, mengaku sangat terbantu.

Ia menyebut U-Buoy bisa menjadi solusi nyata untuk menghindari kerugian besar akibat upwelling yang hampir setiap tahun terjadi di danau tersebut.

Menurut Asep, alat ini mudah digunakan dan memberikan informasi yang sangat berguna bagi para pembudi daya. “Kami bisa tahu lebih awal kondisi airnya seperti apa, jadi bisa lebih siap,” katanya.

Dengan adanya U-Buoy, diharapkan kasus kematian massal ikan di Danau Cirata bisa ditekan. Selain membantu keberlanjutan usaha pembudi daya, alat ini juga berpotensi berkontribusi terhadap pelestarian ekosistem perairan di Indonesia. (Raul/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#ikan #danau cirata #ipb university