Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Delegasi UIKA Bogor Berkiprah di IMSO 2025 Malaysia, Indonesia Sabet 22 Medali dan Siap Jadi Tuan Rumah pada 2026

Eka Rahmawati • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 15:15 WIB
UIKA Bogor ikut serta dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-22.
UIKA Bogor ikut serta dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-22.

RADAR BOGOR - UIKA Bogor turut serta dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-22 di Malaysia.

IMSO kembali menjadi panggung pembuktian kualitas pendidikan Indonesia di kancah dunia, kompetisi bergengsi tingkat sekolah dasar ini mempertemukan para siswa terbaik dari berbagai negara dalam dua bidang utama yakni Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pada 2025 kali ini IMSO diselenggarakan sejak 5 Oktober sampai 9 Oktober 2025 di Al Bukhary International University (AIU), Alor Setar, Kedah, Malaysia.

Acara diikuti para peserta dari 23 negara seperti Indonesia, Malaysia, China, Bulgaria, Iran, Bangladesh, India, Laos, Vietnam, Thailand, Singapura, Ghana, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

Pembukaan resmi dilakukan oleh His Royal Highness The Crown Prince of Kedah, Tengku Sarafudin Badlishah Ibni Al Aminul Karim Sultan Sallehuddin yang diwarnai suasana yang meriah serta penuh semangat kolaborasi lintas budaya.

Ketua IMSO, Dr. H. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si, yang juga menjabat Kaprodi Pendidikan Matematika UIKA Bogor menyampaikan laporan kegiatan pada sesi pembukaan.

Dalam sambutannya, Ridwan menegaskan IMSO tak hanya sekadar ajang kompetisi akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global.

“IMSO bukan hanya ajang untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi wadah untuk membangun persahabatan lintas budaya dan menumbuhkan semangat kolaborasi global, kini, unsur STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) juga mulai diintegrasikan dalam tantangan dan soal-soal IMSO, agar peserta terbiasa berpikir eksploratif dan inovatif,” ujar Dr. Ridwan.

Sebanyak 192 peserta berkompetisi di bidang Matematika dan 165 peserta di bidang IPA pada ajang yang diselenggarakan tahun ini.

Delegasi Indonesia diwakili oleh 24 siswa terbaik dari berbagai daerah yang merypakan hasil seleksi nasional yang dilakukan sejak Februari 2025 oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Usai melewati karantina daring dan tatap muka di Bogor, delegasi Indonesia kemudian berangkat ke Malaysia dengan membawa hasil memuaskan.

Indonesia sukses meraih 22 medali yang terdiri atas 1 emas, 8 perak, 13 perunggu, serta 2 penghargaan partisipan, sekaligus meningkatkan prestasi dibanding tahun sebelumnya. Medali emas diraih oleh Nicholas Oliver Timotius, siswa kelas 6 dari Ichthus School West, Jakarta Barat.

Nicholas mengatakan keberhasilannya merupakan hasil dari kerja keras dan latihan intensif dan ia mengaku sangat semangat mengikuti ajang tersebut.

“Perasaan saya sangat excited ikut IMSO-22 ini, karena tahun lalu dapat perak, jadi saya bertekad untuk naik podium emas, soalnya sulit dan waktunya terbatas, tapi dengan usaha dan doa, hasil terbaik pasti datang,” kata Nicholas.

Tak hanya Nicholas, siswa lainnya juga mencatat prestasi membanggakan seperti Nixon Yeo dari SDK Immanuel Bilingual Class, Kalimantan Barat, yang meraih medali perak bidang Matematika, dan Hidetoshi Kinan Muhammad dari SD Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta, yang berhasil meraih medali perak bidang IPA.

Di sisi lain, pada luar arena kompetisi, delegasi Indonesia tampil memukau dalam acara Cultural Night dengan membawakan tarian “Wonderful Indonesia” dengan memadukan beragam lagu dan tarian daerah.

Penampilan penuh energi ini pun sukses memikat peserta dari berbagai negara dan menjadi salah satu momen paling berkesan selama gelaran IMSO 2025 di Malaysia.

Selain fokus pada kompetisi, kegiatan juga dirangkaikan dengan The 2nd International Conference on Mathematics, Sciences, and Technology Education (ICMSTE) yang digelar pada 7 Oktober 2025 di AIU.

Konferensi tersebut dibuka oleh Dr. Ridwan dengan menghadirkan para pembicara dari berbagai negara seperti Singapura, Maroko, Iran, Thailand, dan Malaysia.

Forum akademik ini pun sebagai bukti nyata bahwa kontribusi UIKA Bogor di kancah internasional bisa memperkuat riset dan inovasi pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala International and National Collaboration Office (INCO) UIKA Bogor Dr. Popy Novita Pasaribu juga menjalin kerja sama resmi antara UIKA Bogor dan Al Bukhary International University (AIU) pada bidang tridarma perguruan tinggi, khususnya penelitian bersama di bidang pendidikan, ekonomi, dan bisnis.

Tim UIKA juga audiensi dengan Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) serta membahas peluang magang internasional bagi mahasiswa UIKA.

LZNK pun menyambut baik rencana itu serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan sosial keagamaan.

Pada sesi penutupan, bendera IMSO diserahkan kepada Indonesia sebagai tuan rumah IMSO ke-23 pada 2026 mendatang.

Serah terima dilakukan oleh Dr. Ridwan Hasan Saputra kepada Didik Suhardi, Ph.D selaku Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PP Muhammadiyah yang juga Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Partisipasi UIKA Bogor pada IMSO 2025 sebagai bukti kiprah nyata perguruan tinggi Islam dalam mendorong kemajuan pendidikan global. Lewat kontribusi akademik, riset, dan kolaborasi lintas negara, UIKA terus memperkuat peranannya sebagai pusat keilmuan yang melahirkan insan berintegritas, berdaya saing internasional, dan siap membawa nama Indonesia di panggung dunia atau kancah internasional.

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #UIKA #malaysia