RADAR BOGOR – Sekolah Islam Terpadu (SIT) At Taufiq Kota Bogor resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026–2027 melalui kegiatan open house yang digelar pada Sabtu, 11 Oktober 2025.
Bertempat di Aula Sekolah At Taufiq, Jalan Cimanggu Permai I, Tanah Sareal, acara ini juga menawarkan potongan uang pangkal sebesar 40 persen bagi calon siswa baru.
Kegiatan Open House berlangsung meriah dan dihadiri oleh ratusan calon orang tua siswa. Pembukaan SPMB ini ditujukan untuk tiga unit pendidikan, yakni TKIT, SDIT, dan SMPIT At Taufiq.
Para orang tua mendapat pemaparan langsung mengenai program unggulan dari setiap unit sekolah, kemudian diajak berkeliling dalam school tour untuk melihat fasilitas secara langsung.
Ketua Panitia sekaligus Kepala TKIT At Taufiq, Ustazah Nurtinah, S. Pd menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan program pendidikan terpadu di SIT At Taufiq yang telah berdiri sejak 2002.
“Alhamdulillah, hari ini SIT At Taufiq secara resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru tahun ajaran 2026–2027, kami mengajak warga Bogor untuk menjadi bagian dari keluarga besar SIT At Taufiq yang terdiri dari tiga unit, TK, SD, dan SMP, yang semuanya telah terakreditasi A,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Open House ini juga menjadi momen bagi calon orang tua murid untuk mengetahui lebih dalam sistem pendidikan, kurikulum, serta fasilitas sekolah.
SPMB gelombang pertama berlangsung pada 11 - 17 Oktober 2025, dengan penawaran diskon uang pangkal sebesar 40 persen bagi pendaftar di periode tersebut.
“Kuota penerimaan tahun ini sebanyak 50 peserta didik untuk TK, 120 untuk SD, dan 120 untuk SMP. Jika kuota gelombang pertama terpenuhi, kami tidak membuka gelombang kedua,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia sekaligus Pembimbing Tahfidz SIT At Taufiq, Nurkholis, mengatakan SIT At Taufiq memiliki keunggulan pada sistem pendidikan yang terintegrasi dari TK hingga SMP.
Sekolah ini memadukan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum khas berbasis pembiasaan ibadah, pembelajaran Al-Qur’an, dan tahfidz.
“Di SIT At Taufiq, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, tahfidz, dan pendidikan karakter tidak terpisah dari pelajaran umum. Semua diintegrasikan agar anak-anak berkembang seimbang, baik secara akademik maupun spiritual,” tuturnya.
Menurutnya, pembelajaran di SIT At Taufiq dirancang untuk mencetak generasi berakhlak mulia dan berprestasi. Anak-anak diharapkan tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak Islami dan karakter yang kuat.
“Nilai-nilai keislaman kami tanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain kurikulum terpadu, SIT At Taufiq juga didukung oleh berbagai fasilitas pendidikan modern, seperti ruang kelas ber-AC, masjid representatif, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium IPA, perpustakaan, lapangan olahraga, sarana bermain anak, serta kantin sehat dan food court bergizi.
Saat ini, SIT At Taufiq membina sekitar 529 siswa dari tiga jenjang pendidikan. Dengan tenaga pengajar profesional dan berpengalaman, sekolah ini berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, modern, dan religius.
“Kami berharap SIT At Taufiq bisa terus menjadi pilihan utama bagi warga Kota Bogor yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya — pendidikan yang tidak hanya mengasah kemampuan intelektual, tapi juga membentuk kepribadian Islami,” tutur Nurkholis.
Salah satu orang tua murid, Bagas, orang tua dari Daffa Ibrahim, yang anaknya kini bersekolah di TKIT At Taufiq dan mendaftar ke SDIT, mengaku puas dengan kualitas pendidikan yang diberikan sekolah tersebut.
“Saya melihat program-program dan arahan dari kepala sekolah serta guru-gurunya sesuai dengan nilai pendidikan yang ingin saya tanamkan kepada anak. Fasilitasnya juga sangat memadai,” ujarnya.
Bagas yang tinggal di Cilebut mengaku akan terus melanjutkan pendidikan anak-anaknya di At Taufiq. Dia berharap sekolah ini juga semakin banyak dikenal masyarakat luas.
“Rencananya adik dari anak saya juga akan masuk TK di sini, lalu lanjut ke SDIT. Harapan saya, sekolah bisa lebih banyak melakukan promosi agar semakin dikenal masyarakat,” pungkasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati