RADAR BOGOR – Kabar luar biasa datang dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, pemerintah resmi membuka program pelatihan prestisius berskala internasional yang menggandeng langsung pakar literasi dari Cambridge University, Inggris, salah satu universitas terbaik di dunia.
Program ini bertajuk “Pelatihan Teknis Literasi Teaching Reading and Writing” dan terbuka untuk seluruh guru di Indonesia, baik yang sudah bersertifikat pendidik maupun yang belum.
Menariknya, pelatihan ini gratis sepenuhnya dan bisa diikuti oleh guru PAUD, SD, hingga SMP tanpa batasan mata pelajaran.
Pendaftaran Sudah Dibuka, Tutup 21 Oktober 2025
Dalam surat edaran resmi Kemendikbudristek yang dibacakan dalam video tersebut, pendaftaran program telah dibuka sejak 7 Oktober 2025 dan akan berakhir pada 21 Oktober 2025.
Artinya, guru hanya punya waktu dua minggu untuk mendaftarkan diri sebelum kuota penuh.
Adapun rangkaian program dibagi menjadi dua tahap utama:
• Pembekalan Dasar Literasi Nasional, yang menghadirkan pakar literasi dari Indonesia dan fokus pada peningkatan kemampuan pengajaran membaca dan menulis di sekolah.
• Micro Credential Literasi, pelatihan intensif selama enam hari penuh bersama pakar Cambridge University, United Kingdom.
Syarat Lengkap dan Cara Daftar
Kemendikbudristek menetapkan beberapa syarat penting bagi calon peserta, di antaranya:
• Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia maksimal 55 tahun
• Telah mengajar minimal dua tahun
• Mampu menggunakan perangkat TIK
• Melampirkan berkas seperti KTP, SK mengajar, ijazah, transkrip nilai, sertifikat kemampuan bahasa Inggris, surat rekomendasi atasan, esai motivasi, serta surat sehat jasmani dan rohani
• Semua berkas dikirimkan secara daring melalui situs resmi gtkkemendikdasmen.kemdikbud.go.id/pelatihan_teknis_dikdas.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat GTK dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sehingga tidak dipungut biaya sedikit pun.
Bahkan peserta terpilih berpeluang mendapatkan sertifikat resmi dan pengakuan kompetensi internasional.
Tak heran, kabar ini langsung disambut hangat oleh ribuan guru di seluruh Indonesia.
Beragam komentar positif bermunculan di berbagai grup pendidikan dan kanal media sosial.
Banyak guru mengaku sangat menantikan pelatihan dengan standar global semacam ini.
Kemendikbud menegaskan, seluruh informasi resmi hanya dapat diakses melalui website ber-domain .go.id, sehingga guru diimbau berhati-hati terhadap tautan palsu atau pihak yang mengatasnamakan panitia pelatihan.
Dengan program ini, pemerintah berharap kualitas pengajaran literasi di Indonesia meningkat signifikan.
Guru tak hanya dituntut memahami teori, tapi juga mampu menanamkan budaya membaca dan menulis yang efektif di kelas sesuai standar pendidikan dunia.***
Editor : Eli Kustiyawati