Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib, Guru di Kota Bogor Ingatkan Soal Pemerataan Distribusi Tenaga Pendidik

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 13 Oktober 2025 | 08:08 WIB
Ilustrasi mata pelajaran Bahasa Inggris.
Ilustrasi mata pelajaran Bahasa Inggris.

RADAR BOGOR – Rencana pemerintah menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah disambut baik para pendidik di Kota Bogor.

Namun, sejumlah catatan juga disampaikan agar kebijakan Bahasa Inggris jadi mapel wajib itu berjalan efektif dan tidak menimbulkan ketimpangan baru.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor menilai, penguasaan Bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan mutlak bagi siswa.

Menurutnya, kemampuan berbahasa asing sudah menjadi bagian penting untuk menghadapi era globalisasi.

“Penguasaan Bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, tapi sudah menjadi kebutuhan mutlak. Dunia pendidikan, teknologi, dan kerja internasional sangat bergantung pada kemampuan ini,” ujar Ketua IGI Kota Bogor.

Meski begitu, ia mengingatkan masih ada tantangan besar di lapangan. Tidak semua sekolah memiliki guru yang fasih dan kompeten dalam Bahasa Inggris, terutama di daerah-daerah yang sumber dayanya terbatas.

“Kalau tidak disiapkan dengan matang, kebijakan wajib ini bisa jadi beban bagi sekolah, guru, bahkan siswa. Banyak sekolah masih kekurangan tenaga pengajar yang benar-benar menguasai Bahasa Inggris,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar proses perekrutan guru disertai bukti kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Termasuk kemampuan berbahasa Inggris bagi tenaga pendidik, tidak hanya guru mapel Bahasa Inggris.

“Setiap guru baru idealnya punya bukti penguasaan Bahasa Inggris, seperti sertifikat TOEFL, IELTS, atau sertifikasi lain yang diakui. Ini penting agar guru bisa jadi bagian dari solusi,” katanya.

Selain itu, pemerintah diminta memperhatikan pemerataan tenaga pendidik yang kompeten di seluruh wilayah.

Sekolah di daerah terpencil sering kali tertinggal karena keterbatasan guru berkemampuan Bahasa Inggris.

“Kalau distribusi tenaga pendidik tidak merata, jurang ketimpangan pendidikan bisa makin lebar. Pemerintah perlu memberi pelatihan, insentif, dan penempatan guru yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, IGI Kota Bogor siap bersinergi dengan pemerintah dan sekolah untuk memastikan kebijakan ini berjalan baik.

Langkahnya melalui pelatihan berkelanjutan, penempatan guru sesuai kompetensi, dan evaluasi berkala.

“Harapan kami, kebijakan Bahasa Inggris wajib ini tidak sekadar aturan di atas kertas. Tapi benar-benar bisa meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan generasi muda bersaing di tingkat global,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor, Ade Sutisna, juga menyampaikan pandangannya terkait rencana tersebut.

Ia menilai wacana mewajibkan pelajaran Bahasa Inggris merupakan langkah positif, selama penerapannya dilakukan secara proporsional.

“Bahasa Inggris memang penting sebagai bekal menghadapi globalisasi, tapi penerapannya harus mempertimbangkan kesiapan guru, kurikulum, serta sarana belajar. Jangan sampai menimbulkan kesenjangan antar daerah maupun antar sekolah,” kata Ade Sutisna.

Ia juga mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengesampingkan bahasa lokal atau bahasa ibu.

Menurutnya, bahasa daerah memiliki peran penting dalam pembentukan identitas dan karakter siswa sejak dini.

“Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dipelajari anak sejak lahir melalui interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Bahasa ini menjadi alat komunikasi alami sekaligus warisan budaya yang perlu dijaga,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #bahasa inggris #mata pelajaran