Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Prodi S1 Sains Aktuaria Universitas Muhammadiyah Bogor Raya Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri dan Standar Aktuaris Indonesia

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 13 Oktober 2025 | 20:08 WIB
Review kurikulum Prodi S1 Sains Aktuaria Universitas Muhammadiyah Bogor Raya diselenggarakan Daring.
Review kurikulum Prodi S1 Sains Aktuaria Universitas Muhammadiyah Bogor Raya diselenggarakan Daring.

RADAR BOGOR — Program Studi (Prodi) S1 Sains Aktuaria Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara) menggelar kegiatan Sharing Review Kurikulum sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan industri dan standar Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 4 Oktober 2025, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi terkemuka di bidang aktuaria.

Tiga narasumber utama yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Kabilarang, Chief Risk Officer PT Zurich Asuransi Indonesia; I Gusti Putu Purnaba, Kepala Program Studi S1 Aktuaria IPB University; dan Handayani, Ketua Komisi Ujian dan Kurikulum Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).

Kebutuhan Kompetensi Aktuaris di Era Big Data

Dalam pemaparannya, Kabilarang menekankan pentingnya memperkuat kompetensi lulusan aktuaria di bidang big data, data analitik, dan machine learning.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi transformasi digital di industri keuangan dan asuransi.

“Agar aktuaris memiliki daya saing tinggi dan peluang karier yang luas, kurikulum perlu mengakomodasi bidang big data dan analitik. Selain itu, kemampuan komunikasi juga penting agar aktuaris mampu menyampaikan hasil analisis risiko keuangan secara efektif kepada pengambil keputusan,” ungkap Kabilarang.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman magang di industri perlu menjadi bagian penting dalam kurikulum, karena perusahaan lebih cenderung merekrut lulusan yang telah memiliki pengalaman praktis di dunia kerja.

Sinkronisasi Kurikulum Nasional dan Internasional

Sementara itu, I Gusti Putu Purnaba dari IPB University memberikan masukan agar kurikulum S1 Sains Aktuaria UMBARA menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta mengacu pada kurikulum IndoMS (Himpunan Matematika Indonesia) dan PAI (Persatuan Aktuaris Indonesia).

Ia menegaskan pentingnya pembekalan kemampuan bahasa pemrograman bagi mahasiswa aktuaria.

“Bahasa pemrograman seperti R, Python, atau SAS harus menjadi bagian dari kurikulum inti. Selain teori, mahasiswa perlu mengikuti praktikum agar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelasnya.

PAI Dorong Adaptasi Kurikulum Internasional

Sebagai perwakilan PAI, Handayani menjelaskan bahwa seorang aktuaris bukan hanya ahli asuransi atau dana pensiun, melainkan spesialis manajemen risiko keuangan yang berperan penting dalam menganalisis dan meminimalisir risiko keuangan di berbagai sektor.

“Kurikulum aktuaria kini mengacu pada International Actuarial Association (IAA). Pada 2024, PAI telah menambahkan materi Analisis Data sebagai bagian dari kurikulum baru, dan hal ini perlu diadopsi oleh perguruan tinggi di Indonesia,” jelasnya.

Langkah Strategis UMBARA Membangun Lulusan Kompetitif

Kegiatan Review Kurikulum ini menjadi langkah penting bagi Universitas Muhammadiyah Bogor Raya dalam mempersiapkan lulusan Sains Aktuaria yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di dunia industri yang terus berubah.

Dengan dukungan para praktisi dan akademisi, kurikulum baru Umbara diharapkan mampu mencetak aktuaris masa depan yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga tangguh di lapangan. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Aktuaria #Umbara #Universitas Muhammadiyah Bogor Raya