RADAR BOGOR – Wajah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cimahpar 5, Kota Bogor, yang dulu kerap dipandang sebelah mata, kini berubah drastis.
Bangunan SDN Cimahpar 5 yang tadinya memprihatinkan dengan cat mengelupas dan tembok retak, kini sedang direnovasi untuk menjadi lebih baik.
Dampaknya luar biasa, SDN Cimahpar 5 yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara itu kini menjadi incaran para orang tua hingga terpaksa menolak calon siswa baru karena kuota penuh.
Transformasi ini merupakan buah dari program Revitalisasi dan Digitalisasi pemerintah pusat.
Momen perubahan di SDN Cimahpar 5 pun dimulai dari sebuah kunjungan yang tak disangka-sangka.
Kepala SDN Cimahpar 5, Titin Sutini, mengaku sempat kaget bukan kepalang.
Awalnya, ia mengira kabar kedatangan Presiden berkaitan dengan program lain yang sudah berjalan di sekolahnya.
“Saya sempat mengira beliau datang untuk melihat program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena SDN Cimahpar 5 sudah mendapatkan program tersebut,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 14 Oktober 2025.
Kenyataannya jauh di luar dugaan. Suatu malam, ia menerima telepon dari tim keamanan kepresidenan yang mengabarkan rombongan sudah berada di sekolah untuk persiapan kunjungan Presiden keesokan harinya.
“Saya sempat kaget. Mereka mengatakan, ‘Bu, kami sudah di sekolah. Besok sekitar jam 2 siang akan ada kunjungan Bapak Presiden.’ Akhirnya saya malam-malam berangkat ke sekolah untuk mempersiapkan segalanya,” kenangnya.
Kunjungan yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei itu ternyata membawa berkah.
Presiden meninjau langsung program baru bernama PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat Presiden), dengan salah satu fokusnya adalah revitalisasi dan pendidikan digital.
Tak butuh waktu lama, SDN Cimahpar 5 langsung mendapat bantuan televisi digital dan paket revitalisasi total.
Dalam pidatonya, Presiden menjanjikan pembangunan empat ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas lainnya, ruang administrasi, toilet, hingga ruang UKS.
“Kami sangat menyambut baik program ini karena kondisi bangunan sebelumnya memang sudah memprihatinkan. Cat banyak yang mengelupas, tembok retak, dan ada kebocoran. Kondisi itu tentu kurang aman dan nyaman untuk anak-anak belajar,” ungkap Titin.
Pembangunan yang dimulai pada 21 Juli berjalan cepat. Hasilnya tak hanya terlihat dari fisik bangunan yang kini mentereng.
Semangat belajar siswa dan motivasi mengajar para guru ikut terkerek naik.
Bahkan, pemanfaatan televisi digital untuk pembelajaran langsung digenjot. Prestasi pun mengikuti.
Sekolah yang dulu dianggap "pinggiran" ini mampu unjuk gigi dengan meraih juara II Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota dan lanjut ke tingkat provinsi.
Namun, dampak paling mencolok adalah animo masyarakat. Jika dulu banyak orang tua yang melewatkan sekolah ini, kini ceritanya berbalik 180 derajat.
Jumlah siswa yang awalnya hanya 154 orang, kini melonjak hingga 208 siswa.
“Sekarang, setelah bangunan dan fasilitas membaik, pendaftar meningkat pesat. Bahkan pada pendaftaran tahun ini, di hari kedua kami sudah harus menyarankan calon siswa untuk memilih sekolah lain karena kuota sudah penuh,” tegasnya.
Titin dan seluruh keluarga besar SDN Cimahpar 5 berkomitmen untuk menjaga fasilitas yang telah diberikan.
Dia pun berterimakasih atas perhatian dan kepedulian Bapak Presiden terhadap dunia pendidikan.
"Kami akan menjaga dan merawat semua fasilitas ini,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.