RADAR BOGOR – SMA Kesatuan Kota Bogor kembali menggelar agenda tahunan Education Fair di lapangan sekolahnya, Jalan Pulo Armin, Baranangsiang Kamis 16 Oktober 2025.
Kegiatan rutin SMA Kesatuan ini bagian dari upaya mempersiapkan siswa kelas akhir agar lebih matang dalam menentukan arah pendidikan tinggi.
Kepala SMA Kesatuan, Lia Oktapia, menjelaskan inti Education Fair (Edufair) adalah memberikan gambaran dan informasi yang akurat mengenai dunia kampus kepada para siswa.
Dengan demikian, mereka dapat memilih perguruan tinggi dan jurusan yang sesuai dengan potensi dan minatnya.
“Yang paling utama yaitu mengenai promosi perguruan tinggi yang bertujuan memberikan informasi kepada siswa agar mereka mendapatkan gambaran yang akurat bila akan melanjutkan ke perguruan tinggi tersebut,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Tahun ini, sebanyak 29 perguruan tinggi swasta dari dalam dan luar negeri ikut berpartisipasi pada kegiatan Edufair SMA Kesatuan.
Sejumlah kampus ternama seperti Universitas Pelita Harapan (UPH), Binus University, London School of Public Relations (LSPR), Universitas Trisakti, dan Universitas Bakrie turut membuka stan untuk memperkenalkan program studinya kepada siswa.
Selain pameran kampus, kegiatan juga diisi dengan pengarahan mengenai pemilihan program studi yang dinilai paling sesuai dengan potensi siswa, serta penampilan seni dan kreativitas dari para pelajar SMA Kesatuan.
Lia mengakui bahwa tahun ini jumlah perguruan tinggi peserta sedikit berkurang dibanding tahun sebelumnya. Namun, hal itu justru membuat kegiatan berjalan lebih efektif dan fokus.
“Tahun ini agak berkurang sedikit, tapi tidak mengurangi antusiasme siswa. Informasi yang disampaikan justru lebih terarah dan mendalam,” katanya.
Menurut Lia, Edufair juga menjadi barometer bagi sekolah dalam melihat sejauh mana lulusannya mampu terserap di perguruan tinggi yang berpartisipasi.
Ia menyebutkan, tahun lalu banyak siswa yang diterima di universitas peserta Edufair, dan tahun ini pihaknya optimistis hasilnya akan lebih baik.
“Tahun lalu yang masuk ke perguruan tinggi peserta cukup banyak. Mudah-mudahan tahun ini lebih meningkat lagi,” harapnya.
Lebih jauh, Lia menekankan pentingnya Edufair sebagai sarana pembuka wawasan agar siswa tidak salah langkah dalam menentukan jurusan.
Dia berharap lulusan tahun ini dapat melanjutkan ke perguruan tinggi yang sesuai dengan kompetensi dan potensi mereka.
"Jangan hanya ikut-ikutan teman. Melalui Edufair ini, mereka bisa tahu arah masa depannya,” tutup Lia. (uma)